Kisah Erigo Berkibar di Times Square New York

Brand fesyen lokal, Erigo, baru-baru ini mengibarkan nama di tengah hiruk pikuk Times Square New York, Amerika Serikat. Hadirnya Iklan Erigo di luar negeri itu menjadi awal dan penanda Erigo akan memperluas pasarnya ke Amerika Serikat.

“Ini bukan pencapaian akhir, melainkan titik awal perjalanan kami untuk terus berkembang dan memperluas bisnis Erigo. Sebuah kebanggaan dapat menampilkan brand Indonesia tetapi masih banyak mimpi yang ingin kami capai untuk membawa Erigo agar dikenal hingga negara-negara lain dan menunjukan bahwa produk lokal Indonesia memiliki potensi besar,” kata CEO Erigo, Muhammad Sadad

Sadad memulai perjalanannya pada tahun 2011 dari studio kamar salah satu apartemen di Depok, Jawa Barat. Pada saat itu, dia belum memiliki karyawan tetap. Namun, dua tahun kemudian nama Erigo lahir menjadi entitas brand bisnis. Awalnya Erigo mengusung konsep bertema batik dan ikat, tapi beralih ke fesyen kasual yang bertahan hingga saat ini.

Berbagai upaya Erigo lakukan untuk terus memperluas jangkauan pasar, mulai dari online webstore bersamaan dengan peluncuran Erigo di tahun 2013. Namun, pada saat itu, penjualan offline masih lebih besar dibandingkan penjualan online.

Pada 2013, Erigo terus mengembangkan pasarnya dengan mengikuti acara-acara offline semisal JakCloth. Sadad, sang pemilik, selalu ikut andil dan turun langsung dalam mengembangkan Erigo. Dia rela tidur di mushola mal sampai mandi di pom bensin depan mal selama mengikuti acara JakCloth demi menekan pengeluaran.

Sadad juga terus menggempur pasar dengan berpromosi secara luring dan akhirnya melebarkan sayap melalui pemasaran daring dan bergabung ke dalam platform e-commerce Shopee pada 2017. "Sebuah perjalanan panjang hingga kami bisa sampai di titik ini. Mulai Erigo lahir, hanyamemiliki tenaga 11 orang dengan kawasan di Parung, bergabung dengan Shopee dan hingga saat ini kami bisa meraih salah satu pencapaian luar biasa,” kata Sadad menambahkan.

Setelah bergabung di Shopee, Sada merasakan dampak signifikan terhadap angka penjualan. Sepanjang tahun 2020, Erigo mencatat peningkatan pesanan hingga lebih dari 10 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. "Beragam program yang diadakan oleh Shopee telah sangat membantu perkembangan penjualan online Erigo,” ujarnya.

Erigo juga saat ini mengikuti program ekspor Shopee untuk menambah eksposure brand ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Pandemi COVID-19 turut berdampak kepada bisnis Erigo. Di awal pandemi, mereka terpaksa mengurangi karyawan, tapi tak lama setelah itu pesanan dari pengguna Shopee meningkat sehingga mereka harus menambah karyawan lebih banyak.

“Kami telah memiliki enam authorized store di Tangerang, Banjarmasin, Malang, Palembang, Yogyakarta, Kendari secara online di Shopee sehingga pengguna Shopee yang berasal di daerah tersebut bisa mendapatkan produk Erigo dengan lebih cepat,” kata dia.

Untuk pasar luar negeri, mayoritas konsumen berasal dari Singapura dan Malaysia, di mana Chino Pants dan Coach Jacket menjadi produk favorit konsumen.

"Jangan takut untuk memulai dan bermimpi. Semuanya akan dimulai jika kita sudah mulai melakukan sesuatu. Shopee merupakan partner yang tepat untuk kita para UMKM lokal dengan platform yang tersedia yang memungkinkan kita berjualan secara online dan mengembangkan bisnis kita,” kata dia menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)