Li Jinyuan : Indonesia Tambang Emas Tiens Group

Berdiri sejak tahun 1995, Tiens, perusahaan dari negeri tirai bambu ini terus berkembang pesat. Tahun 1997, Tiens merambah pasar internasional dan menjadi kelompok konglomerasi multinasional dengan spesialis dalam bidang bio-teknologi, pendidikan, ritel, pariwisata, keuangan, perdagangan, elektronik serta e-business. Di usianya ke-16 tahun, Tiens semakin mengukuhkan diri sebagai perusahaan raksasa dengan jutaan mitra kerja, termasuk di Indonesia.

Di sela-sela kunjungannya ke Indonesia, SWA mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan Li Jinyuan, President Tiens Group Co.Ltd. Bertempat di Hotel Sangri-la, pria kelahiran Cangzhou, 54 tahun silam ini tak segan berbagi cerita seputar sepak terjang bisnisnya. Berikut petikan wawancaranya bersama reporter SWA, Ario Fajar.

Bagaimana awalnya Anda merintis bisnis ini sehingga menjadi berkembang seperti sekarang?

Saya menimba pengalaman bisnis dan manajemen dari beberapa perusahaan di Cina. Tahun 1995, saya mendirikan Tiens Group Co.Ltd (Tiens Group). Tiens tumbuh menjadi kelompok konglomerasi multinasional dengan spesialis di berbagai bidang. Dengan jaringan bisnis luas mencakup 190 negara dan wilayah, Tiens terus melayani para pelanggan setianya yang lebih dari 20 juta keluarga, diberbagai pelosok dunia, serta memiliki subsidiari atau kantor cabang di lebih dari 110 negara. Tiens telah membentuk aliansi strategis dengan berbagai perusahaan berkelas dunia di berbagai negara. Tiens tampil sebagai perusahaan global yang merupakan pionir dan inovator dalam penjualan langsung.

Apa yang menjadi produk andalan Tiens?

Kami memiliki range produk yang cukup banyak. Melalui rangkaian produk makanan sehat, produk suplemen kesehatan, perawatan kulit, serta produk kebutuhan rumah tangga. Tiens berhasil tampil sebagai merek untuk gaya hidup pilihan dalam bidang kesehatan dan kecantikan.

Apakah bisnis tersebut menjadi penopang utama Tiens Group?

Tiens yang sering dikenal juga dengan sebutan Tianshi, merupakan salah satu unit bisnis dari Tiens Group, yang bergerak di bidang penjualan langsung. Dengan memasarkan produk-produk suplemen herbal dan alat kesehatan yang mengacu kepada warisan pengobatan tradisional Cina yang telah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, Tiens memadukan resep pengobatan tradisional dengan teknologi modern dan mutakhir. Demi memajukan bisnis ini, kami telah mengucurkan dana miliaran dolar dengan nilai produksi setiap tahun mencapai 3,7 miliar euro.

Kami juga masuk ke bisnis perhotelan dengan membangun hotel bintang 4,5 dan 7 dengan investasi senilai US$ 200 juta. Hotel tersebut adalah hotel standar internasional yang memiliki 4600 kamar. Luas hotel premium kami kira-kira tiga kali luas hotel ini (Sangri-la) Jakarta, Indonesia.

Apa tujuan Anda membangun kawasan kesehatan di Cina?

Begitu pesatnya bisnis Tiens Group dan komitmen kami yang sangat tinggi di bidang kesehatan, saat ini kami telah membuka Tiens International Health Industrial Park, di mana dalam kawasan itu terdapat berbagai bidang manajemen kesehatan diantaranya seperti pusat ilmu bio-teknologi, pusat riset dan pengembangan serta kontrol mutu, pusat produksi (pabrik) suplemen kesehatan dan yang belum lama ini diresmikan yaitu manajemen kesehatan Tai Ji Sun. Metode 'one stop service' menjadikan Tai Ji Sun terdepan dalam kualitas pelayanan kesehatan di Cina.

Kapan Tiens masuk ke Indonesia?

Kami hadir tahun 2000. Saya memberanikan diri untuk bertarung ke pasar Indonesia karena melihat potensi yang begitu besar. Setelah masa krisis, saya yakin, Indonesia bisa memperbesar bisnis Tiens. Tak heran, hingga saat ini kami mencatat 4 juta distributor dan pengguna setia produk-produk. Kami juga telah memberikan sumbangsih kepada negara ini karena telah membantu menyehatkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. Manfaat produk yang telah terbukti dan peluang usaha yang mudah dijalankan, membuat Tiens masuk dalam jajaran perusahaan penjualan langsung yang diperhitungkan di Indonesia.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia?

Indonesia adalah key market bagi kami. Pertumbuhan bisnis kami di sini begitu pesat. Indonesia adalah tambang emas bagi kami. Untuk itu, manajemen pusat menunjuk Indonesia sebagai kantor pusat Tiens Group wilayah Asia Pasifik, membawahi beberapa negara lain seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Philipina, Pakistan, Taiwan dan Hongkong

Apakah itu berarti Tiens akan mendirikan pabrik di Indonesia?

Iya. Kami sedang mencari lokasi yang tepat. Saat ini kami baru mendirikan kantor cabang. Pembangunan pabrik nantinya akan dilakukan melalui tiga kali tahap. Mudahan-mudahan dalam waktu dekat kami bisa merealisasikan rencana itu.

Apa kendala terbesar membangun bisnis di Indonesia?

Saya rasa setiap bisnis akan menemui kendala. Kendala pasti ada, tapi sebagai perusahan raksasa, kami menganggap kendala itu sebagai tantangan untuk maju.

Apa kekuatan Tiens sehingga bisa menjadi perusahaan besar dan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis?

Kami memiliki enam pilar perusahaan yang kami percaya mampu menjadi penggerak bisnis ini. Pertama, kejujuran dari setiap sumber daya manusia. Kedua, SDM yang berkualitas dalam memberikan pelayanan dan informasi secara cepat. Ketiga, kami mengikuti hukum dan undang-undang yang berlaku disetiap negara. Keempat, inovasi produk dan marketing plan. Kelima, meningkatkan nilai dan kesdaran merek produk-produk Tiens. Terakhir, memperlakukan staff, jaringan, distribusi, dan masyarakat seperti keluarga besar. Tanpa enam pilar tersebut, kami tidak akan semaju ini.

Rencana apalagi yang akan Anda gulirkan ditahun depan?

Kami sedang membangun pabrik di Rusia tahun depan dan akan terus memperluas jaringan kami hingga ke banyak negara lainnya.

Leave a Reply

1 thought on “Li Jinyuan : Indonesia Tambang Emas Tiens Group”

Terima kasih artikelnya. Memberi informasi dan inspirasi untuk tetap maju Semangat!!!
by Kris MJ, 07 Apr 2012, 19:25

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)