Melesat Bak Meteor, Ini Rahasia Generali

Asuransi jiwa masih langka di Indonesia. Penetrasinya di Tanah Air membutuhkan banyak terobosan. Ini juga yang diusung Asuransi Jiwa Generali. Hasilnya? Dari bukan siapa-siapa, tahun 2014 lalu mereka melesat dan mulai diperhitungkan para pemain besar.

Rahasianya, perusahaan asuransi asal Italia ini mengembangkan produk bernama Automatic Risk Management System. Produk yang sudah dipatenkan ini layaknya rem untuk mengendalikan risiko yang muncul atas dana investasi.

Dengan begitu, hasil pengembangannya akan cukup untuk membiayai perlindungan asuransi hingga periodenya berakhir nanti. Produk tersebut sukses mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Pundi-pundi pendapatan premi mereka pun semakin gendut.

“Seperti logo kami yaitu Singa terbang, yaitu serve dengan integrity dan great attitude. Terbang terus berkembang. Kami harus punya dua sayap yangkuat dan unik. Sayap pertama adalah agen dan yang kedua adalah produk yang unik,” kata Edy Tuhirman, CEO Generali.

generali

Sang anak kemarin sore, Generali baru 6 tahun menjejak Indonesia, berhasil mengumpulkan premi lebih dari Rp 2 triliun sepanjang tahun 2015 lalu. Kalau pada tahun sebelumnya mereka ada di posisi buncit berdasarkan perolehan premi, kini mereka nangkring di 15 besar.

Hasil ini adalah buah kerja keras para karyawan yang berjumlah sekitar 30 orang saat awal berdiri. Asuransi dari Negeri Pizza itu ekspansi ke Indonesia pada Agustus 2008, selepas krisis finansial global. Nama Generali juga masih sangat asing di telinga masyarakat Indonesia.

Dari satu tempat sederhana di daerah Tanah Abang, mereka kini telah memiliki gedung megah. Pasar pertama mereka adalah sekitar 500 perusahaan global di Indonesia yang belum menjadi nasabah Generali, seperti di negara asalnya.

Untuk menggenjot jumlah nasabah, perseroan membangun jaringan agen yang unik. Seluruh bisnis yang dibangun bisa dilanjutkan alias diwariskan kepada keluarga dan kerabatnya. Dengan syarat, sang agen telah bermitra minimal 7 tahun dengan Generali. Total saat ini ada 11.500 agen Generali di seluruh Indonesia.

Ini sangat berbeda dengan profesi agen yang kebanyakan hanya bekerja sebatas mengisi waktu luang. Kebanyakan para agen juga hanya melakukan hit and run. Lain halnya dengan di Generali, para agen tak hanya sekadar menjual polis asuransi tetapi juga melakukan bisnis yang dapat diteruskan kepada anak-cucu.

“Dengan sendirinya, bisnis ini akan menjadi sebuah bisnis jangka panjang yang berkesinambungan. Memang investasi di awal sangat besar, tapi dalam waktu panjang bisa mengikat agen dan membawa General kepada ekosistem bisnis yang baik,” katanya.

Dalam memasarkan polis, General juga bekerjasama dengan jaringan perbankan. Dari hanya satu bank yakni DBS Bank pada 2010, kini sudah ada jaringan 8 bank yang menjual bancassurance hingga akhir 2015 lalu. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)