OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengklaim stabilitas sektor keuangan pada 2015 terjaga dan ketahanan industri perbankkan cukup baik. “Kondisi itu ditopang oleh permodalan yang cukup tinggi,” kata dia di kantornya, Rabu, 30 Desember 2015.

Ia pun menyebut rasio kecukupan modal perbankan per Oktober 2015 sebesar 21,35 persen jauh di atas ketentuan minimal sebesar 8 persen.

Pada industri keuangan nonbank, Muliaman menerangkan, risk based capital (RBC) industri asuransi terjaga pada level tinggi yaitu 528,7 persen untuk asuransi jiwa. Sedangkan untuk asuransi umum sebesar 270,1 persen. Pada perusahaan pembiayaan, gearing ratio per November 2015 sebesar 3,19 kali atau jauh dari ketentuan maksimum 10 kali.

OJK2

Sektor pasar modal, kata Muliaman, perkembangan reksa dana masih positif dengan nilai aktiva bersih meningkat sebesar 12,17 persen yaitu menjadi Rp 270,84 triliun. Sampai tahun ini, pasar modal berhasil memobilisasi dana melalui initial public offering (IPO) saham sebssar Rp 11,3 triliun. Selain itu right issue saham sebesar Rp 42,3 triliun, obligasi pemerintah sebesar Rp 345,6 triliun dan US $ 500 juta, serta Rp 62,4 triliun pada obligasi korporasi. Ia menuturkan pada 2015 terdapat penambahan 15 emiten saham baru dan 3 emiten obligasi baru.

Sejauh ini OJK menerima 709 pengaduan yang sebagian besar dapat diselesaikan. Muliaman menyebut sebesar 87 persen pengeduan telah diselesaikan. Dari jumlah itu, pengaduan terbanyak berasal dari perbankkan sebesar 55 persen. Sebesar 42 persen berasal dari lembaga keuangan non bank dan 3 persen dari pasar modal.

Muliaman juga berkomitmen mendukung program pemerintah seperti Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusi (Laku Pandai). Sebanyak 24.865 agen berhasil menjaring 1.094.362 nasabah dengan jumlah dana pihak ketiga sebesar Rp 41,3 miliar. Pada sektor maritim, ia juga memiliki program Jaring (Jangkau, Sinergi, dan Guidelines) yang mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 4,41 triliun oleh bank.

Sementara lembaga keuangan non bank berhasil membiayai program Jaring sebesar Rp 252 miliar. Tabungan Simpanan Pelajar, ujar dia, telah melibatkan 29 bank dan 1.544 sekolah. Jumlah rekening pun sejauh ini mencapai 382.421 dengan jumlah dana Rp 32,8 triliun. “Kegiatan intermediasi menunjukkan arah perbaikan bagi bank dan lembaga keuangan non bank,” kata dia.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)