Ovo Gunakan Strategi Ekosistem Terbuka untuk Ciptakan Pengalaman Menarik Konsumen

Ovo memiliki komitmen kuat untuk mengejar pertumbuhan agar dapat terus melayani masyarakat di Indonesia. Untuk mencapai itu, Ovo menganut strategi ekosistem terbuka yaitu terus memperluas jaringan untuk menciptakan interoperabilitas dengan mitra strategis yang cukup dipercaya untuk para konsumen membelanjakan uang mereka.

"Kami merupakan digital payment yang relevan Indonesia karena kami menawarkan berbagai macam kemudahan mulai dari transportasi, jasa pengantaran makanan, e-commerce hingga ke pembayaran tagihan digital, parkir, streaming vouchers," jelas Caroline Setiabudi, Head of Product Marketing Ovo dalam webinar New Strategies in Managing Customer Experience yang diselenggarakan oleh SWA dan Business Digest pada Kamis, (17/12/2020).

Caroline menyampaikan, Ovo selalu berusaha untuk menjadi penyedia dan solusi layanan keuangan yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat terutama bagi mereka yang belum mempunyai akses layanan finansial secara merata dan komprehensif. Ovo juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman pengguna yang menarik nyaman dan aman selama memanfaatkan layanan Ovo.

Di tengah pandemi ini, Ovo melakukan banyak inovasi diantaranya menggandeng Prudential sebagai mitra untuk menyediakan layanan free personal residence and Covid-19 insurance. Untuk layanan ini, kata Caroline, pihaknya mendapatkan respon yang sangat positif karena pengguna bisa mengajukan asuransi melalui aplikasi Ovo. "Dengan layanan ini, kami mendapatkan ratusan ribu user," katanya.

Ovo juga mendukung pemerintah dan masyarakat luas untuk melakukan program donasi. Ovo bekerjasama dengan Grab dan Tokopedia dalam program Patungan Untuk Berbagi THR, tujuannya untuk membantu para pekerja informal yang terdampak pandemi. Program ini berhasil mengumpulkan Rp 3,1 miliar yang didistribusikan kepada penerima manfaat melalui para NGO. "Kami juga menggandakan donasi hingga Rp 1,5 miliar," ujar Caroline.

Inovasi lainnya, Ovo mendukung pemerintah dengan menjadi mitra resmi untuk uang elektronik untuk program Kartu Prakerja. Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk mendistribusikan dana bantuan kepada 5,6 juta pencari kerja, para pelaku usaha mikro, dan mereka yang terdampak Covid-19. Per Oktober 2020, Ovo telah menyalurkan dana ke lebih dari 1,5 juta peserta program prakerja.

"Sebelum bergabung dengan program kartu pra kerja 12% masyarakat Indonesia belum mempunyai akses ke rekening ataupun e-wallet. Setelah bergabung meningkat menjadi 28%," tuturnya.

Inisiatif lainnya yang dilakukan Ovo selama pandemi Covid-19 adalah mendukung PLN melalui crowdfunding dan distribusi pencairan subsidi tagihan listrik melalui #LightUpIndonesia. Di sini pengguna dapat menerima sisa pembayaran tagihan listrik di atas Rp100.000 melalui aplikasi Ovo tanpa batas dan tanpa kontak. Gerakan ini telah membantu 100 ribulebih keluarga pra sejahtera dan setiap keluarga menerima bantuan hingga maksimum Rp100.000.

Untuk memfasilitasi pembayaran tanpa kontak, Ovo juga telah meluncurkan fitur baru yaitu unggah QRIS via galeri ponsel. Pengguna cukup melakukan transaksi QRIS hanya dengan mengunggahnya melalui galeri ponsel mereka pada fitur scan. Hal ini menjembatani pengguna dan merchant dalam bertransaksi.

Ovo juga telah menjalin kolaborasi dengan BRI untuk menyediakan pinjaman digital untuk modal bagi UMKM sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Inovasi lainnya adalah menghadirkan akses pembayaran asuransi proteksi layar smartphone yang bekerja sama dengan Qoala dan Axa.

Pendekatan ekosistem terbuka yang dijalankan oleh Ovo diapresiasi oleh Agus W. Soehadi, Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetya Mulya. Menurutnya, melalui pendekatan ini Ovo tidak hanya menciptakan nilai bagi perusahaannya sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi konsumen.

"Sebagai perusahaan digital, Ovo men-develop inovasinya untuk dikolaborasikan dengan berbagai jenis industri dan aktivitas yang berbeda. Ini sangat menarik, karena Ovo memikirkan bagaimana meng-engage aktivitas konsumen sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang positif selama menggunakan layanan Ovo," papar Agus.

Agus mengungkapkan, ada 5 dimensi agar brand dicintai oleh konsumen. Pertama fun, brand harus menciptakan perasaan "fun" konsumen selama menggunakan layanan atau produknya. Kedua relevan, brand harus mampu memberikan informasi yang jelas dan sesuai yang diinginkan konsumen.

Ketiga engage, produsen harus mampu men-develop suatu aktivitas yang bisa memenuhi kebutuhan individual dan menawarkan solusi pada konsumen. Keempat sosial, brand harus bisa membantu konsumen terkoneksi dengan yang lain. Kelima efisien, seberapa efisien atau mudah konsumen bisa berhubungan dengan brand.

"Inovasi yang dikembangkan Ovo membuat konsumen engage dengan pihak Ovo, karena yang mereka butuhkan dan inginkan sudah disediakan," jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)