Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik Cuma 5,8%

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim, mengatakan, total pendapatan premi industri asuransi jiwa di Indonesia pada kuartal keempat tahun 2015 Rp 70,42 triliun atau naik 5,8 % dibandingkan kuartal yang sama tahun 2014. Kenaikan total pendapatan premi tersebut didukung oleh kenaikan total premi lanjutan sebesar 12,9 % dari periode yang sama tahun sebelumnya. Total premi lanjutan pada kuartal keempat tahun 2015 mencapai Rp 58,24 triliun sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 hanya mencapai Rp 51,59 triliun.

Selain itu premi bisnis baru juga bertumbuh, meski tipis yakni 0.6 % dari Rp 70,04 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 70,42 triliun. “Hal ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk asuransi tetap tumbuh,” ujar Hendrisman.

AAJI - asuransi jiwa IMG20160323104415

Berdasarkan jenis produk, unit link masih menjadi kontributor terbesar terhadap total premi, yaitu sebesar 56,2 % sedangkan produk asuransi tradisional berkontribusi 43,8 %. Pada periode yang sama, jumlah produk unit link bertumbuh sebesar 6,7 % menjadi Rp 72,34 triliun, sementara produk tradisional mengalami pertumbuhan sebesar 4,7 % menjadi Rp 56,32 triliun dibandingkan kuartal keempat 2014.

Di sisi lain, pendapatan industri dari hasil investasi tercatat masih melambat. Pada kuartal keempat tahun 2015 perlambatannya sebesar 104,1 % menjadi minus Rp 1,66 triliun. Meski begitu, menurut Edy Tuhirman, Ketua Bidang Keuangan, Keanggotaan dan Kepatuhan AAJI, nilai tersebut sudah lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2014 yang perlambatannya mencapai 152,7 %.

Begitu juga dengan total aset, jika dibandingkan dengan kondisi pada kuarta ketiga 2015, total aset mengalami pertumbuhan sebesar 1,4 % menjadi Rp 360,35 triliun dan hasil investasi asuransi jiwa mengalami perbaikan kinerja sebesar 89,6. Menurut Edy, hal ini menunjukkan ada peralihan portofolio investasi dari instrumen saham kebeberapa portofolio investasi, “Saat ini sekitar 58 % portofolio dikuasai saham dan reksa dana,” ungkapnya.

Secara rinci portofolio yang menarik dalam industri asuransi adalah sebagai berikut, reksa dana sebesar 29,1 % (turun 5,7 % dibanding tahun 2014), saham 29,1 % (turun 6,2 % dibading 2014), deposito 17,8 % (tumbuh 6,1 %) dan SBN 14,5 % (turun 2,2 % dibanding 2014). “Saat ini kan indeks saham semakin membaik kemungkinan akan semakin positif dampaknya bagi komposisi saham dan reksa dana tahun ini,” ujar Edy, “ Tetapi kalau ternyata saham dan reksa dana negatif baru kami akan tinjau lagi deposito dan SBN,” lanjutnya. Lebih lanjut menurut Edy, membaiknya indeks harga saham tidak akan membuat investor langsung serta merta berpindah dan meninggalkan deposito serta SBN, “Saya kira akan bertahap, indeks (saham, red) itu kan walaupun sudah membaik tetapi kan masih belum pasti kedepannya,” ungkapnya.

Perlambatan juga terjadi dalam pembayaran klain dan manfaat. Kuartal keempat tahun 2015 industri asuransi jiwa berhasil membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp 72,57 triliun, angka tersebut menunjukkan pertumbuhannya sedikit melambat sebesar 2,8 % dibandingkan kuartal keempat tahun 2014. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)