Pengusaha Nantikan Branding Kota Semarang

Sejumlah daerah muncul sebagai kota bisnis terbaik di Indonesia. Pada tahun ini, Semarang adalah salah satunya. Salah satu pengusaha yang banyak memetik manfaat dari Kota Lumpia ini adalah PT Matahari Department Store Tbk (Matahari).

Regional Manager Jawa Tengah Matahari, Siswo Priyanto mengatakan, pengusaha sebenarnya membutuhkan program yang sederhana dan mudah dipahami. Sehingga, iklim investasi dan bisnis semakin kondusif.

“Yang mendesak adalah mem-branding Kota Semarang dengan potensi yang dimiliki, sehingga punya identitas dan daya jual tinggi. Misalnya: Kota Bisnis, Kota Wisata Religi, atau Kota Kuliner,” ujarnya.

Pertama, pelaku bisnis membutuhkan layanan birokrasi proses perijinan yang cepat dengan biaya yang relatif efisien. Dari segi perizinan, belum sesuai harapan karena memakan waktu lama.

Ini jelas sangat mengganggu. Padahal, ketersediaan sarana infrastruktur sudah cukup memadai, seperti jalan tol, rel kereta api ganda, Bandara Internasional Ahmad Yani, dan Pelabuhan Tanjung Emas.

Gerai Matahari Dept Store (Foto: IST) Gerai Matahari Dept Store (Foto: IST)

Kedua, pemerintah kota mesti rajin mempromosikan potensi dan keunggulan kota Semarang yang dikemas dalam event-event besar. Dengan begitu, banyak orang tertarik untuk berkunjung dan memperlama masa tinggal di kota Semarang.

Pemkot telah berhasil menggelar Semarang Great Sale, Semarang Night Carnival, dan Pesta hari jadi Kota Semarang. “Sayang, kemasannya belum bisa menjadi branding yang menarik. Perlu kerjasama dan komitmen banyak pihak, terutama dari segi konsep,” ujar dia.

Ketiga, penyediaan infrastruktur yang memadai dan peningkatan infrastruktur yang dibutuhkan. Dalam bisnis ritel, diperlukan lahan parkir yang memadai di titik-titik pusat keramaian dan pusat bisnis, sarana transportasi umum dari/dan menuju segala penjuru Kota Semarang.

Tak kalah penting adalah penanganan rob dan banjir, terutama di musim penghujan. Lokasi yang harus mendapat perhatian ekstra adalah jalan-jalan protokol dan sekitar pusat bisnis serta mal, sehingga tidak mengganggu aktifitas bisnis.

Kehadiran Trans Semarang memudahkan akses dari dan menuju lokasi keramaian dan pusat bisnis. Pengaturan lalu lintas yang baik di titik-titik kemacetan terutama di sekitar mal yang ada Matahari-nya juga sudah cukup bagus.

“Namun, moda transportasi Trans Semarang masih terbatas armadanya. Kantong parkir juga terbatas. Kemacetan lalu lintasnya pun kadang-kadang belum terurai,” kata dia.

Kota Semarang dengan Sapta Program-nya, seperti peningkatan mutu layanan publik lewat penyederhanaan birokasi berdampak positif terhadap bisnis ritel yang dimiliki Matahari. Pelaku bisnis ritel membutuhkan traffic customer yang ramai di setiap gerainya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)