Penjualan Karimun Ditargetkan Naik 15%

PT Suzuki Indomobil Sales, agen tunggal pemegang merek Suzuki, menargetkan penjualan Suzuki Karimun Wagon R GS naik 15% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2014 sebanyak 17.068 unit. Suzuki Karimun Wagon R GS adalah mobil low cost and green car (LCGC) yang dibesut pabrikan otomotif asal Jepang.

Davy J Tulian, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jaringan Suzuki Indomobil Sales, mengatakan pasar LCGC di sepanjang tahun ini akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu sehingga pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan Suzuki Karimun Wagon R. “Makanya kami menargetkan penjualan Suzuki Wagon R GS bisa tumbuh sebesar 15%,” katanya saat dihubungi SWA Online, Jum’at (30/1/2015).

Suzuki Karimun Wagon R GS. (Foto : IST). Suzuki Karimun Wagon R GS. (Foto : IST).

Guna mendukung target pertumbuhan ini, Suzuki Indomobil akan meluncurkan varian Suzuki Karimun Wagon R GS di tahun ini. Davy belum bisa menyampaikan rincian informasi mengenai jadwal peluncuran varian Karimun terbaru tersebut.Kandungan komponen lokal LCGC mencapai 80%, sehingga harganya relatif stabil meski rupiah mengalami pelemahan dari dollar AS.Harganya yang relatif terjangkau membuat LCGC akan tetap menjadi primadona bagi konsumen di sepanjang tahun ini.

Riset Frost & Sullivan, menyebutkan kehadiran mobil-mobil LCGC akan menjadi motor pendorong penjualan otomotif nasional.Sentimen eksternal akan mempengaruhi mata uang rupiah. Pelemahan rupiah bisa menaikkan biaya impor untuk komponen dan suku cadang otomotif. Sedangkan LCGC relatif tidak terpengaruh lantaran kandungan komponen lokalnya sudah tinggi.

Vivek Vaidya, Vice President sektor Otomotif dan Transportasi, Frost & Sullivan Asia Pasifik, mengatakan kenaikan biaya impor otomotif memberikan dampak yang signifikan, seperti kenaikkan harga suku cadang. Ia juga mengatakan CBU impor, terutama mobil mewah, cenderung menjadi lebih mahal apabila mata uang rupiah tetap melemah. “Mobil LCGC merupakan yang paling tidak terkena dampak, karena kandungan komponen lokalnya tinggi,” ia menambahkan. Dalam 5 tahun ke depan, sektor otomotif Indonesia akan ditentukan oleh 5 faktor diantaranya LCGC orientasi ekspor, persaingan otomotif dengan Thailand dan pasar tunggal ASEAN.

Jaga Pasar

Sebelumnya, Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, mengatakan total penjualan total LCGC di sepanjang tahun ini diperkirakan akan sama seperti tahun lalu. Mengacu data GAIKINDO, penjualan LCGC pada 2014 sebanyak 172.120 unit dengan pangsa pasar sebesar 14,2% dari total penjualan roda empat sebanyak 1,2 juta unit. Toyota Agya, mobil LCGC besutan Toyota Astra, membukukan penjualan tertinggi sebanyak 67.074 unit. Posisi kedua diraih Daihatsu Ayla sebanyak 40.775 unit, yang disusul Honda Brio Satryo sebanyak 26.693 unit.

Menurut Rahmat, penjualan LCGC di tahun lalu dinilainya sebagai tahun pertama penjualan LCGC meski sejumlah ATPM sudah merilis mobil LCGC pada semester II 2013. Adapun, Toyota Astra tetap mempertahankan pasar LCGC di tahun ini yakni sekitar 60 ribu unit. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)