Perluas Pasar, Alleira Jalankan Dua Strategi

Meski sudah menyandang nama besar sebagai merek batik high class dan modern, tidak membuat manajemen Alleira berpuas diri. Buktinya, tahun depan, bisnis yang dirintis oleh Suherman Mihardja ini semakin agresif memperluas pasar baru. Apa saja strateginya?

Ade Kartika, Wakil Direktur Alleira

Pertama, menggarap pasar luar negeri. Keseriusan itu dibuktikan dengan didirikannya butik di MBS Singapura, BV di Kuala Lumpur dan butik brand Fame Agenda di Melbourne Australia. Selain itu, perusahaan yang dibangun tahun 2005 ini juga tidak pernah absen untuk mengikuti pameran dan fashion show di luar negeri.

“Saat ini untuk pasar Eropa, masih sekitar mengikuti undangan dari pemerintah untuk mengadakan pertunjukan dan pameran di antaranya di London dan Berlin, dan permintaan gift dari beberapa kedutaan Eropa yang ada di Indonesia,” ujar Ade Kartika, Wakil Direktur Alleira.

Tengok saja pagelaran di Berlin Fashion Event 2012 di Jerman. Alleira memperkenalkan beberapa karya terbaiknya. Menurut Ade, Alleira selalu terinspirasi dari sosok wanita elegan yang klasik. Ia mengklaim, Alleira selalu menghadirkan koleksi batik yang mewah namun tetap sederhana dan pantas dikenakan di dalam setiap kesempatan, khususnya bagi wanita di kota-kota besar yang ingin tampil etnik namun tetap terlihat modern.

Dalam momen itu, Alleira membagi pagelaran dalam dua sekuen. Sekuen pertama diselengarakan di Alexa Mall pada tanggal 19 Oktober 2012, serta sekuen kedua mengikutinya, yaitu tampil di UDK (Universität der Künste) pada 20 Oktober 2012. Ciri khas tampilan yang elegan pada materi bahan dan pewarnaan gradasi pada kain mendapat decak kagum dari pengunjung yang hadir. “Potongan yang tak biasa, casual-chic, seraya memberi kesan bahwa keseluruhan tampilan pada gaun-gaun nya bersinergi utuh dan memang pantas diselaraskan dengan rumah mode dunia namun tetap bergaya etnik modern ketimuran,” jelasnya.

Strategi selanjutnya adalah menjajaki peluang waralaba (franchise) atau lisensi untuk pasar luar negeri. Ade menilai, dengan strategi ini, pihaknya bisa mendekatkan diri dengan penggemar di luar kota selain di Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Makassar, Medan dan Bali. Sayang, ia enggan berkomentar soal dana investasinya.

Keberhasilan Alleira meraih pasar dalam dan luar negeri, menurutnya, tidak terlepas dari keseriusan manajemen membangun merek melalui berbagai cara. Merek tersebut sering kali menjadi sponsor di beberapa perhelatan besar baik tingkat korporat ataupun kenegaraan. Misalnya, pertemuan antar kepala negara dalam ASEAN Summit 2011 di mana  Alleira menjadi pakaian resmi kepala negara. Sejumlah orang terkenal juga pernah mengenakan merek itu, antara lain : Rio Ferdinan, Miss Universe baik untuk aktivitas saat berada di Indonesia ataupun pemotretan, dan masih banyak lagi.

Sekadar informasi, kata “Alleira” memiliki makna memikat, menarik hati, memesona dan indah. Bermula dari butik rumahan, Alleira menjadi merek batik yang sangat terkenal di Indonesia. Alleira membidik segmen premium atau A+. Alleira kuat dengan karakter desain pada setiap karyanya. Butik pertama Alleira dibuka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kemudian diresmikan butik di Darmawangsa Square, Senayan City, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Seminyak Square Bali, Gandaria City, Central Park, Bandara Internasional Soekarno Hatta. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)