Pertaruhan Mayora Pasarkan Bakmi Mewah

Gencar Berpromosi  Menyerbu Pasar

Vienno pun sangat menyakini kekuatan promosi. Itu sebabnya promosi Bakmi Mewah sangatlah gencar, terutama di TVC. Kemudian di media cetak, radio melalui promosi oleh para penyiarnya atau artis yang sudah mencoba Bakmi Mewah. Lalu melalui media digital dengan membuat website khusus www.bakmimewah.com, serta media social seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Belum lagi berbagai iklan yang dibuat para e-commerce yang memasarkan dan menjual Bakmi Mewah seperti Blibli.com.

Saat ditanya berapa budgjet iklannya? “Berdasarkan data Nielsen spending total iklan mi instan mencapai trilunan rupiah per tahun. Kalau Mayora  ratusan miliar,” ucap Vienno tanpa mau menyebut angka pastinya. Berdasarkan data Nielsen, belanja iklan mi instan pada 2015 mencapai Rp 3,2 triliun. Indofood sendiri merupakan pengiklan terbesar yang mencapai Rp 2,1 triliun. Sementara di 2014 total belanja iklan industri mi instan mencapai Rp 2,8 triliun dan di 2013 mencapai Rp 2 triliun.

Nah yang menarik, saat Bakmi Mewah beriklan empat halaman di Kompas pada awal Februari lalu, Bakmi Mewah membuat kompetisi foto, yaitu iklan di Kompas difoto yang kemudian diungguh ke Facebook Bakmi Mewah dan kemudian di-like banyak orang. Hadiahnya voucher masing-masing Rp 1 juta untuk 10 orang pemenang.

Selain promosi above the line seperti di atas, Bakmi Mewah juga rajin berpromosi below the line. Salah satunya pada 28 Januari 2016, Bakmi Mewah yang menyasar pasar kelas menengah atas ini menggelar “Enchanted Moment With Bakmi Mewah” yang bertempat di Maestro Ballroom, Plaza Indonesia lantai 4 Jakarta.

Dalam acara bersama para sosialita dan selebritis ibu kota ini hadir di antaranya dr Sonia wibisono, Chef Vania Wibisono, Poppy Putri, Angela Prisa, Mimmi Barbie, Dewi Soedarjo, Yulie Grillon, Ninuk Olenzack, Liza Remi dan yang lainnya. Acara ini dimeriahkan dengan talkshow kecantikan mengenai stemcell, fashion show dari Jeffry Intermode, dan menghadirkan juga penyanyi Mario. Inti dari acara ini adalah edukasi tentang bagaimana menjaga kecantikan luar dalam dan pandai memilih pola hidup sehat, termasuk pilihan makanan yang sehat dan bergizi untuk diri sendiri, anak dan keluarga. Nah, Bakmi Mewah bisa menjadi  makanan pilihan  dan setiap tamu yang hadir bisa mencoba bakmi keluaran Mayora tersebut.

Aktivasi merek lainnya yang gencar dilakukan Bakmi Mewah adalah melakukan product sampling di berbagai hypermarket (Carrefour, Giant, Hypermart dan yang lainnya) dengan membuat booth khusus. Setiap pengunjung berkesempatan mencoba Bakmi Mewah dan juga ada edukasi bagaimana cara memasaknya, yaitu disajikan tanpa kuah. Dengan cara sampling ini bisa meningkatkan penjualan Bakmi Mewah di hypermarket tersebut dan menjadi bahan evaluasi sampling diteruskan atau tidak. Kegiatan ini dilakukan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Manado, Ujung Pandang, Medan, dan Makassar dengan menempatkan SPG khusus dari PT Inbisco Niagatama Semesta (Grup Mayora) sebagai distributor Bakmi Mewah. Dengan demikian Bakmi Mewah tidak menggunakan distributor pihak ketiga.

Untuk distribusi, saat ini bakmi yang diproduksi di pabrik Mayora di daerah Jatake Tengerang ini baru dipasarkan di berbagai outlet modern dan e-commerce.  Vienno mencontohkan seperti di Blibli.com, Bakmi Mewah selalu habis dibeli pelanggan dengan harga Rp 32.900 untuk 6 bungkus atau berarti Rp 5400 per bungkus. “Di blibli.com sehari bisa laku 1000 karton. Dengan e-commerce ini sistemnya jual putus,” katanya. Satu karton berisi 24 bungkus.

Soal kinerja produknya, diakui Veinno saat ini Bakmi Mewah masih dalam tahap membangun merek (brand building) karena tergolong masih baru namun penjualannya saat ini sedang tumbuh pesat. “ Penjualannya bisa mencapai 500% karena penjualannya di masa awal ini langung meroket. Stok di took-toko kosong terus,” ungkapnya melukiskan. Mungkin hal ini wajar kalau saat awal sebuah produk langsung melesat penjualannya sejalan dengan gencarnya Bakmi Mewah beriklan. Hal ini karena banyak masyarakat yang ingin mencoba seperti apa bakmi premium ini rasanya. “Target kami adalah bisa meraih market value (nilai rupiah)  sebesar 5-6% dari total industri. Ini value bukan volume karena kalau volume kalahlah sama competitor. Value Bakmi Mewah kan lebih tinggi harganya dibanding competitor,” katanya membandingkan.

Sang Penguasa Pasar Mi Tak Tinggal Diam

Memang sang penguasa pasar mi instan di negeri ini, yaitu Indomie keluaran Indofood sepertinya mulai gerah dengan kehadiran Bakmi Mewah. Itu sebabnya, Indofood saat ini tengah gencar mempromosikan dan memasarkan produk barunya, yaitu Indomie Goreng Rasa Kuah. Memang sepertinya produk Indomie ini dengan Bakmi Mewah berbeda. Namun ada satu kesamaan, yaitu produk ini dikonsumsi tanpa kuah. Dan keduanya sama-sama gencar mempromosikannya di TVC sekarang ini di saat bersamaan. Baca Selanjutnya ... >

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)