Profesi Guru Bimbingan Konseling Patut Diperhatikan

Education New Zealand (ENZ) bekerja sama dengan Institute of Technology New Zealand (UNITEC) mengumumkan proram pelatihan perdana yang ditujukan khusus untuk Guru Bimbingan Konseling di Indonesia (24/5). Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dua hari berturut-turut, mulai dari tanggal 25 Mei 2016 di Surabaya dan 26 Mei 2016 di Jakarta. Acara ini, menurut Karmela Christy, Marketing and strategic Relations Manager untuk Education New Zealand, dirancang untuk memberdayakan guru bimbingan dan konseling yang hingga saat ini perannya masih sering dipandang sebelah mata. "Hingga saat ini masih ada persepsi kurang tepat mengenai fungsi guru bimbingan konseling yaitu hanya sekedar memberikan hukuman atau menangani murid bermasalah, padahal sebenarnya fungsi dari guru bimbingan konseling bisa lebih dari itu," ujarnya.

Selain dari sudut pandang persepsi yang salah, secara ketersediaan tenaga kerja pun profesi guru bimbingan konseling masih langka di Indonesia Menurut Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, negara ini masih membutuhkan sekitar 100.000 tenaga kerja di bidang ini. Tidak hanya berhenti di masalah kuantitas dan persepsi yang keliru, perbedaan generasi pun menjadi tantangan bagi profesi ini. Menurut Andrea Thumath, Manager Student Experience dari UNITEC, adanya kesenjangan pemahaman dan pola pikir antara generasi muda dan generasi yang lebih tua kadang membuat proses konseling menjadi lebih sulit dan tidak tepat sasaran. Melihat permasalahan-permasalahan ini, ENZ tergerak untuk melaksanakan pelatihan khusus guru bimbingan konseling.

Profesi Guru Bimbingan Konseling Patut Diperhatikan

Guru bimbingan konseling di New Zealand tidak hanya menyelesaikan permasalahan disiplin tapi juga membimbing siswa untuk memilih jalur karir yang tepat. Andrew Tui, Career Centre Team Leader UNITEC menerangkan bahwa di New Zealand, dalam satu sekolah terdapat 2 jenis guru konseling yang berbeda. Yang pertama menangani kedisiplinan siswa, sedangkan yang kedua membimbing siswa untuk memilih jalur karier yang tepat. "Hal ini memungkinkan pemberian materi konseling yang lebih efektif bagi siswa sehingga mereka mendapatkan bimbingan dan didikan yang tepat," jelas Andrew antusias.

Andrew adalah seorang dari dua pengajar yang didatangkan oleh ENZ dari UNITEC untuk memberikan materi pelatihan bagi total 200 guru bimbingan konseling di Jakarta dan Surabaya. Saat ini, program tersebut hanya diperuntukan bagi guru-guru bimbingan konseling SMA saja. "Pendidikan di bangku SMA yang menjadi perhatian kami terlebih dahulu karena siswa-siswa SMA membutuhkan konseling untuk membantu menentukan jurusan apa yang paling cocok untuk karirnya nanti," Karmela menjelaskan.

Kapasitas peserta yang bisa berpartisipasi dalam acara ini memang sengaja dibuat terbatas karena ENZ menginginkan materi yang disampaikan kepada para guru konseling lebih efektif mengingat pelatih yang didatangkan untuk acara ini hanya dua orang. "Kami membuat acara ini juga untuk melihat animo dari kalangan guru dan kami tidak menyangka bahwa yang ikut mendaftarkan diri dalam acara bimbingan bagi guru konseling ini sangat banyak, melebihi kapasitas yang kami tentukan," ujarnya menutup pembicaraan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)