Propan dan Kemenpar Jadikan Arsitektur Nusantara Lokomotif Pariwisata

Presiden Direktur PT Propan Raya, Hendra Adidarma memberi sambutan pada pembukaan Festival Arsitektur Nusantara 2019

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata mendukung penuh pengembangan destinasi wisata berbasis arsitektur Nusantara. Ide untuk mempertahankan dan menampilkan arsitektur Nusantara di destinasi pariwisata itu sudah dikeluarkan pernyataan resminya oleh Presiden Joko Widodo.

"Ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo sangat mengharapkan di destinasi wista di daerah itu menampilkan nuansa kearifan lokal. Ditindaklanjuti oleh kementerian pariwisata, maka arsitek itu menjadi bagian sub sektornya ekonomi kreatif,” jelas Deputi Kemenpar RI Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, yang mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sambutannya di gelaran Festival Arsitektur Nusantara di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dadang juga mengungkapkan, bahwa kini sudah terlihat mulai banyak tumbuh destinasi wisata berbasis arsitektur dan lanskap lokal. “Kalau melihat hasil yang sudah dijalankan di beberapa daerah, bangunan-bangunan yang dibangun dan didesain dengan arsitektur berdasar kearifan lokal setempat itu selalu menjadi daya tarik. Jadi orang akan tertarik datang ke suatu destinasi itu bisa jadi karena ada atraksi dari bangunan atau lanskap berbasis kearifan lokal, salah satu contohnya di Banyuwangi ini,” ujarnya.

PT Propan Raya sebagai produsen cat asli Indonesia juga aktif mendukung perkembangan arsitektur Nusantara menjadi salah satu lokomotif pariwisata di daerah. Sejak lima tahun terakhir, Propan sudah lima kali menyelenggarakan Sayembara Arsitektur Nusantara untuk mendesain sarana dan prasarana pendukung pariwisata di daerah yang menghadirkan Yori Antar, arsitek kenamaan Indonesia sebagai jurinya. Selain itu, Propan juga berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Festival Arsitektur Nusantara 2019.

Presiden Direktur PT Propan Raya, Hendra Adidarma, mengungkapkan kebanggaannya bisa bergabung menjadi penyelenggara acara tersebut. “Apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi ini sangat sejalan dengan apa yang telah dibuat Propan Raya, seperti menyelenggarakan sayembara Desain Arsitektur Nusantara, roadshow Arsitektur Nusantara, hingga mengembangkan cat untuk mendukung Arsitektur Nusantara,” ucap Hendra Adidarma.

Bahkan, menurut Direktur PT Propan Raya, Yuwono Imanto, pihaknya sudah berencana akan membuat buku Collaborative Innovation di mana ekosistem inovasi dan arsitektur sebagai infrastuktur untuk membangun kota kreatif. “Dan Banyuwangi merupakan role model yang tepat karena sudah mampu menyandingkan Arsitektur Dalam Pembangunan Daerah,” ucap Yuwono yang juga menjabat Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

Hadirnya arsitektur Nusantara dalam ekosistem suatu kota atau wilayah, akan mampu menghidupkan kota tersebut menjadi destinasi wisata yang pada akhirnya akan menggerakkan ekonomi kreatif, ekonomi yang lahir dari dan untuk masyarakat lokal setempat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)