Pundi X dan Hara Giring Blockchain ke Sektor Pertanian


Pertanian merupakan sektor inti dari peradaban manusia. Tanpa ketersediaan pangan yang memadai, kekacauan tentu terjadi. Memasuki zaman digital, sektor ini tentu perlu mendapat kesempatan untuk dikembangkan lewat jalur teknologi.

Pundi X, pengembang global solusi teknologi berbasis blockchain, dan Hara, perusahaan Indonesia yang merevolusi pertanian global melalui data, merencanakan penyebaran ribuan titik penjualan perangkat (POS) berbasis blockchain kepada petani untuk memfasilitasi pengumpulan data dan inklusi keuangan di tiap negara berkembang.

Hara mengumpulkan data real-time dari seluruh rantai pertanian dan pangan di pasar yang berkembang untuk meningkatkan produktivitas, keuntungan, dan mata pencaharian bagi petani dan pekerja. Petani, LSM, dan mitra di lapangan lainnya diberikan insentif berupa Hara Token karena telah menyediakan data berupa kondisi ekologi, tanaman, dan kondisi pasar melalui Hara Token, yang berpotensi untuk dimonetisasi.

Dalam kemitraan yang diumumkan Rabu (7/11/2018), para petani akan mengumpulkan dan menukarkan insentif tersebut menggunakan XPOS, sebuah perangkat penjualan yang memungkinkan transaksi dalam aset digital. Penggunaan XPOS akan diawali dari seluruh desa di Indonesia dengan perkiraan pemakaian satu perangkat untuk setiap 200 petani di daerah yang berpartisipasi.

Tahun lalu, Hara telah mengumpulkan data pertanian dari sekitar 10 ribu petani di seluruh Indonesia, dengan dukungan pemerintah daerah Indonesia dan para pemimpin pemerintah lokal terpilih atau yang dikenal sebagai bupati.

Data yang terkumpulkan tidak hanya dapat ditukar dengan insentif, tetapi juga dapat dimanfaatkan dengan berfokus pada sumber daya pertanian yang lebih efisien dan menghindari pemborosan. Keuntungan ini secara langsung dapat menguntungkan mata pencaharian para petani, mengingat Bank Dunia memperkirakan setiap satu persen keuntungan dalam hasil produktivitas pertanian setara dengan penurunan jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan.

Hara memiliki target prioritas yang tersebar di tujuh pasar pertanian di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika Timur, dengan perkiraan menjadi proyek global di masa depan hingga mendapat 2 juta mitra pengguna.

Kemitraan Hara-Pundi X juga akan mendukung terciptanya inklusi keuangan di kalangan petani yang dapat menggunakan XPOS berbasis blockchain secara independen dari lembaga finansial. Lebih dari 50 persen konsumen dalam bidang perekonomian di Indonesia 'tidak memiliki rekening bank' meskipun terdapat lebih dari 200 bank berskala nasional.

“Tujuan kami adalah untuk membawa manfaat teknologi blockchain dan pembayaran digital kepada konsumen yang tidak memiliki rekening bank serta meningkatkan inklusi keuangan dan kemandirian, kami bangga XPOS akan segera diluncurkan diantara jaringan mitra pertanian Hara, serta mampu membantu memfasilitasi rencana mereka menjadi lebih baik, misalnya menjadi sektor yang siginifikan dalam berkontribusi di perekonomian dunia dan kehidupan ratusan juta orang bergantung pada sektor ini” ujar Constantin Papadimitriou, Presiden dan Co-Founder Pundi X.

Terkumpulnya data dapat dimanfaatkan oleh konsumen yang tertarik untuk mengetahui asal usul bahan pangan, perusahaan asuransi yang membutuhkan data mengenai kondisi pasar dan pertanian, serta pemerintah dan kepentingan di seluruh pasar smart-agriculture global yang tumbuh secara cepat dan diperkirakan akan mencapai US$ 12 miliar pada tahun 2021.

Regi Wahyu, CEO Hara, mengatakan: “Hara dibentuk dan didedikasikan untuk menghubungkan bagian yang hilang di pertanian global demi kepentingan semua orang yang terlibat dalam rantai pasok (supply-chain). Data yang sudah kami kumpulkan dari petani membawa manfaat bagi sektor riil lainnya, seperti transportasi, konsumen, serta apapun kepentingan penjualan barang/jasa dan terutama kepada pemerintah.”

Ia menambahkan, “Kehadiran XPOS dalam ekosistem kami, memungkinkan untuk menghubungkan mata rantai yang hilang, yaitu tahap proses pelayanan pembayaran digital untuk populasi yang sebagian besar tidak memiliki rekening bank dalam sektor yang ingin kami atasi, yakni sektor pertanian global.”

Listiyono, Kepala Desa Bakalan, Kabupaten Kapas mengatakan, "Hara dapat membantu inklusi keuangan karena mereka menjamin data petani yang valid, mendukung proses untuk akses perbankan yang efisien dan mudah. Sebagai contoh, bank memerlukan sertifikat tanah, sedangkan banyak petani yang tidak memilikinya. Terkadang mereka bahkan membutuhkan bukti pembayaran pajak, tetapi sebagian besar petani tidak memiliki atau mendaftar NPWP."

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)