Pupuk Kaltim Hindari Jebakan Zona Nyaman

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman.

Pupuk Kaltim terus melakukan inovasi di tengah disrupsi industri pupuk. Belum lagi tantangan VUCA yang mengguncang kestabilan perusahaan. Tantangan-tantangan inilah membuat Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman, tidak mau perusahaan yang dipimpinnya terjebak dalam stagnansi berkepanjangan.

Sekitar tahun 2015, kinerja Pupuk Kaltim terbilang bagus. Harga pupuk sangat tinggi, selaras dengan demand yang mengimbangi. Namun pada 2016 dan tahun-tahun berikutnya harga pupuk turun dan tidak pernah lagi cemerlang seperti tahun sebelumnya.

Perubahan harga ternyata disadari Bakir sebagai titik awal
dimulainya antisipasi disrupsi. Untuk itu, sejak 2016 telah dilakukan
perencanaan langkah yang bisa dilakukan agar di tahun mendatang Pupuk Kaltim tidak terguncang.

Saat ini Pupuk Kaltim menguasai 2/3 wilayah pemasaran di Indonesia. Penguatan platform bisnis adalah rencana besar yang dirasa penting
mengingat luasnya cakupan distribusi produk. Bakir memaparkan apa saja yang sedang dan akan Pupuk Kaltim lakukan untuk menjaga kestabilan perusahaannya.

“Hal yang paling utama adalah shifting produk. Memang kami dikenal sebagai produsen pupuk untuk tanaman. Namun kami juga memproduksi produk lain untuk sektor industri meski jumlahnya masih kecil. Akibat dari disrupsi ini kami melakukan terobosan baru di bidang produk,” kata Bakir.

Shifting ini terbaca dari target produksi 2022 yaitu adanya pengurangan pada produksi Urea. Pada 2018, produksi Urea Pupuk Kaltim sebesar 3,36 juta ton. Namun pada 2022, target produksi diturunkan menjadi 2,8 juta ton. Pupuk Kaltim akan lebih fokus mengembangkan Petrochemical seperti Methanol dan turunannya, Agrochemical, dan Oleochemical.

Untuk pengembangan-pengembangan ini, Pupuk Kaltim akan berkolaborasi
dengan anak perusahaan maupun pihak lain. Bakir menyebut misalnya untuk
pengembangan Oleochemical, perusahaannya akan mengembangkan melalui salah satu perusahaan di Rantau Pulung. Sehingga, produk unggulan akan tetap dikembangkan perusahaan. Tapi untuk pengembangan produk yang kompetitif dan antisipatif, Pupuk Kaltim akan berkolaborasi dengan perusahaan lain.

Tidak hanya dari segi shifting produk, Pupuk Kaltim pun telah menanggulangi segala kemungkinan yang terjadi di masa depan dari sisi makro ekonomi. Potensi resesi dan depresiasi rupiah telah diantisipasi Pupuk Kaltim melalui peluasan hutang valuta asing.
Tindakan ini telah dilakukan sejak 2016 dan dianggap sebagai langkah pelan tapi pasti agar aktivitas perusahaan tetap stabil.

“Kami akan terus berkembang dan mengantisipasi segala ancaman. Jangan terjebak di zona nyaman.” Bakir menyimpulkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.coi.id

Tags:
pupuk kaltim

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)