QNet Targetkan Omset Tumbuh 8%

Qnet

Ecommerce bukan hal baru bagi QNet bahkan sudah dilakukan sejak 18 tahun lalu kehadirannya sebagai perusahaan direct selling (penjualan langsung) dunia. Hanya saja, penjualan online masih sebatas untuk anggotanya sendiri. Saat ini di seluruh dunia sudah ada 6 juta anggota QNet yang aktif menggunakan layanan ecommerce. Untuk Indonesia, yang aktif hanya 200 ribuan anggota.

“Kami perlu mengedukasi terus bahwa ke depan adalah abad online, melalui media activation dan roadshow ke daerah-daerah,” ujar Bangun Simbolon, GM QNet Indonesia. Bangun melihat dukungan Pemerintah agar akses internet makin luas ke berbagai daerah. Ia yakin jumlah yang ditargetkan  10 persen setiap tahun kenaikan anggota yang bertransaksi secara online di QNet bisa tercapai.

Disampaikan Bangun, ada sekitar 15-20 jenis produk gaya hidup, kesehatan, food suplemen, energi dan sebagainya yang biasa dibeli konsumen Indonesia melalui website QNet. “Target kami pertumbuhan omset tiap tahun sekitar 7 hingga 8 persen, produk energi yang paling dominan menempati porsi 70-80 persen, tapi food suplemen saat ini yang paling tumbuh cepat,” jelasnya.

QNet merupakan perusahaan penjualan langsung dengan platform e-commerce asal Hong Kong yang telah berdiri sejak tahun 1998 dan hadir di Indonesia sejak 1999. Saat ini Qnet memiliki kantor di Jakarta, Surabaya dan Bali dengan 2 kantor regional penting yaitu di Hong Kong dan Malaysia. Di Malaysia Qnet beroperasi dari gedung milik sendiri, QI Tower, yang di tahun 2012 mendapatkan penghargaan sebagai gedung yang menerapkan konsep ramah lingkungan.

Trevor Kuna, Chief Marketing Officer QNet Global ini meyakini ecommerce sangat prospektif di Indonesia, sebagai salah satu negara dengan pengguna akun Facebook terbesar di dunia. “Apalagi produk kami cocok untuk profil penduduk di sini, produk direct selling kami yang mengedepankan holistic health ini tidak menggunakan bahan kimia, tidak menggunakan bahan dari hewan tapi tumbuhan,” jelasnya mengklaim.

Disebut Trevor saat ini anggota QNet yang aktif sekitar 10 juta di seluruh dunia, namun Indonesia memang masih agak lambat dalam hal pertumbuhan anggota dan bisnisnya. Diharapkan dengan makin gencarnya ecommerce makin mendorong penjualan QNet di sini. “Kami tetap positif dan yakin pertumbuhan kami di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya,” Trevor meyakini. Maka itu per tahun ini, pihaknya akan gencar mencari produk asli Indonesia yang bisa dijual di QNet.

Travor datang ke Indonesia dalam rangka peluncuran kampanye program Corporate Social Responsibility (CSR) secara global dengan tagline "Touching Billion Hearts". Kampanye Ramadhan tahun ini berfokus pada memperkaya kehidupan anak-anak. “Berbagi sebenarnya buat kami bukan sebuah kegiatan sesaat tapi sudah menjadi DNA. Kami bukan saja memiliki CSR tapi juga SSR yaitu Staf Social Responsibility, yang mewajibkan karyawan QNet melakukan kerja sosial 18 jam setiap tahun sebagai bagian dari appraisal kerja mereka,” ujar Bangun.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, QNet melakukan kegiatan CSR dalam bentuk story telling (kegiatan mendongeng) dan buka bersama dengan para anak yatim piatu yang berjumlah 200 anak. QNet juga mendistribusikan 200 goody bag berisi perlengkapan sekolah bagi anak-anak yatim, sebuah inisiatif yang mencerminkan kemauan untuk berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)