Saatnya Tenaga Cleaning Service Bersertifikat

Sertifikasi merupakan kunci utama meningkatkan kualitas industri terutama industri cleaning service. Sekitar 70% hingga 80% keseluruhan biaya jasa kebersihan dialoksikan untuk sumber daya manusia. Namun pengelola properti rumah sakit, sekolah, gedung perkantoran, dan lainnya justru menginginkan harga jasa kebersihan yang teramat murah.

H.M. Shiddiq (Ketua Umum Asosiasi Perusahaa Klining Servis Indonesia(APKLINDO) H.M. Shiddiq (Ketua Umum Asosiasi Perusahaa Klining Servis Indonesia(APKLINDO) (tengah)

Tak heran bila gaji karyawan yang bergerak di bidang jasa ini tak lebih dari Upah Minimum Provinsi (UMP). “Padahal sertfikasi itu penting bagi karyawan, mereka bisa mendapatkan pelatihan, punya kompetensi dan tentunya bisa memberikan pelayanan jasa yang maksimal,” ujar H.M. SHiddiq SP, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Klining servis Indonesia (APKLINDO) berapi-api.

Pada tahun 2010 asosiasi ini pun memutuskan untuk membuat suatu standar kompetensi tenaga kerja klining servis Indonesia. Setelah itu, mereka pun mendirikan lembaga sertifikasi profesi sebagai lembaga penguji di tahun 2012. Lembaga ini pun telah mengakses lebih dari 10.000 tenaga kebersihan melalui tenaga uji kompetensi.

Mereka juga telah mampu melakukan uji kompetensi di 400 kota bahkan mencapai Berau. Selain itu, mengusulkan adanya harga satuan meter per segi bagi para tenaga klining servis bersertifikat. Rencana ini sedang disusun bersama Bappenas, BPS, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kebanggaan karyawan dengan pekerjaan mereka sebagai klining servis. Selain itu, mereka pun bisa terhindar dari persaingan yang tidak sehat dan kecurangan cara pengupahan tenaga kerja.

Perusahaan juga dituntut mengalokasikan 10% hingga 20% pekerja bersertifikasi dalam setiap proyek pekerjaan. Ini tentunya akan memastikan kualitas pekerjaan sekaligus memberikan peluang kerja yang lebih baik bagi para pekerja klining servis yang sudah bersertifikat.

Untuk mendukung hal tersebut, asosiasi dengan 4.000 anggota ini pun menempuh berbagai cara, salah satunya melalui seminar yang diadakan pada saat acara Clean Laundry Expo 2016 pada 7-9 April 2016 di Jiexpo Kemayoran. Acara ini nantinya akan diikuti oleh 160 peserta dari 16 negara dengan 300 exhibitor. Tahun lalu pameran ini mampu menyerap 4.300 pengunjung dan tahun ini ditargetkan mampu mencapai 8.000 pengunjung.

Nantinya akan ada juga berbagai workshop dan seminar yang diadakan berbagai asosiasi seperti Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI), Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) dll. Selain workshop dan seminar, rencananya juga akan ditampilkan pameran berbagai alat dan mesin kebersihan yang bisa digunakan baik oleh skala komersil maupun rumah tangga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)