Saiful Bangkitkan Ekonomi Sidoarjo

Bencana lumpur Lapindo menghancurkan sendi-sendi perekonomian di Sidoarjo. Ekonomi daerah rontok. Pendapatan asli daerah pun turun drastis. Meski begitu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah tak patah arang.

Latar belakang sebagai pebisnis telah menempa mentalnya sekuat karang. Perlahan tapi pasti, perekonomian di Sidoarjo menggeliat lagi. Masalah ekonomi satu persatu mulai bisa teratasi. Pendapatan daerah pun semakin menggunung.

Aksi-aksi ciamik Saiful mengundang decak kagum dari Gubernur Jawa Timur. Tak heran, wilayah yang masih bermandikan lumpur ini meraih juara pertama Investment Award selama 4 tahun berturut-turut.

“Saya Orang Sidoarjo asli, memimpin sebagai Bupati sejak 2011. Sebelumnya, saya menjabat sebagai wakil bupati selama 10 tahun. Saya ingin mengembalikan Sidoarjo ke arah yang lebih baik,” katanya.

Realisasi Investasi di Sidoarjo

Tahun

Nilai Investasi

2012

Rp 9,8 triliun

2013

Rp 15,6 triliun

2014

Rp 13,5 triliun

2015

Rp 16 triliun (*)

(Sumber: Pemkab Sidoarjo)
Ket: (*) target akhir tahun

Tak ada pilihan lain, Saiful memang harus memprioritaskan pembangunan ekonomi setelah wilayahnya diterjang bencana. Saat dirinya baru menjabat, harga tanah turun dan berimbas pada anjloknya pendapatan daerah dari PBB dan BPHTB hanya sekitar Rp 4,7 miliar.

Ada 3 program utama yang diusungnya, yakni pembangunan jalan, pelayanan publik, dan keamanan agar investor mau menanamkan modalnya di Sidoarjo.

“Lahan Khusus industri 500/1000 hektar di daerah Jabot. Dulu, ada wilayah Siborian (Sidoarjo Jabon Krian). Masalah limbah untuk mendirikan pabrik sudah kami atur. Kami juga memberikan banyak insentif untuk sektor tertentu,” katanya.

Untuk mendukung kelancaraan usaha, Saiful membangun Terminal 2 Bandara Djuanda. Runway kedua di bandara dibangun agar penerbangan bisa berjalan lebih efisien. Tak lupa, jalan-jalan dibangun kembali dan ditingkatkan kualitasnya. Ia juga membangun Terminal Purabaya Bungurasih.

Soal lahan, termasuk perizinan, tak perlu khawatir. Pemkab Sidoarjo tak akan mempersulit. Semua layanan melalui satu pintu. Khusus untuk pelayanan publik, pemda bahkan melakukan jemput bola. Untuk mencari tenaga kerja berkualitas, setiap dua tahun sekali digelar bursa lowongan kerja.

“Kami melatih tenaga kerja lewat Balai Latihan Kerja berskala internasional. Tahun ini rencananya akan diresmikan Menteri Tenaga Kerja (Hanif Dhakiri). Harapannya, bisa meratakan perekonomian daerah,” katanya. (Reportase: Rizky Chandra Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)