Saingi Netflix, HOOQ resmi masuk Indonesia

Penyedia layanan video-on-demand asal Singapura, HOOQ secara resmi telah hadir di Indonesia. HOOQ adalah perusahaan patungan antara Singapore Telecommunications, Sony Pictures dan Warner Bros. Tiga perusahaan media raksasa bergabung untuk menghadirkan akses online streaming tanpa batas untuk film dan serial TV dari Hollywood dan Indonesia.

Peresmian HOOQ Indonesia di Potato Head Garage, Jakarta, (14/4). Peresmian HOOQ Indonesia di Potato Head Garage, Jakarta, (14/4).

Dengan lebih dari 35.000 jam film dan serial TV, HOOQ mengklaim sebagai layanan video-on-demand terbesar di Asia. Untuk film dalam negeri, HOOQ menawarkan lebih dari 1.200 film Indonesia melalui kemitraan dengan studio lokal Indonesia termasuk 13 Entertainment, MNC Contents, Multivision Plus dan Transmedia. Selain itum,  tersedia lebih dari 6000 film Hollywood dari studio Sony Pictures, Warner Bros., Disney, Dreamworks, Lionsgate, Miramax dan Starz.

Sebelum hadir di Indonesia, perusahaan yang berdiri pada tahun 2015 dengan investasi sebesar US$ 100 juta ini telah roll-out di Filipina, Thailand dan India. HOOQ akan dapat diakses untuk semua pelanggan di Indonesia, untuk berlangganan melalui website www.hooq.tv. Konten HOOQ dapat menggunakan perangkat apapun termasuk komputer, smartphone, tablet, dekoder dan smart TV melalui Google Chromecast. Dengan fitur kualitas video streaming yang adaptif, HOOQ memastikan tidak adanya gangguan konektivitas internet saat menonton.

“Dengan misi membawa sejuta cerita untuk semilyar orang, kami berupaya untuk mengubah cara masyarakat Indonesia mendapatkan hiburan mereka dengan layanan bebas iklan video-on-demand yang dapat dinikmati hanya dengan seharga tiket bioskop. Target kami semua orang Indonesia dari berbagai latar belakang dapat menikmati layanan dari HOOQ” kata Peter Bithos, CEO HOOQ saat peluncuran resmi di Jakarta, (14/4).

Sementara, menurut Ravi Vora, Chief Marketing Officer HOOQ, membutuhkan waktu 6 bulan untuk persiapan masuk ke Indonesia. “HOOQ menguji konten dan katalog bersama dengan lebih dari 50 orang opinion leader dan penggemar film di Indonesia,” ujar Ravi.

Untuk saat ini film dan serial TV yang ditawarkan HOOQ masih dari Hollywood dan Indonesia. Serial drama Korea ataupun Bollywood masih terbatas karena kendala alih bahasa. “Masalah pembuatan subtitle menjadi tantangan karena tim internal kami butuh waktu untuk membuat satu per satu,” ungkap Guntur S Siboro, Country Head HOOQ Indonesia.

Jika dibandingkan dengan layanan dari Netflix, layanan streaming film dan serial TV asal Amerika Serikat, HOOQ memungkinkan pelanggan untuk men-download hingga lima film per bulan untuk melihat secara offline. Sementara Netflix tidak memiliki opsi download tersebut.

Adapun biaya berlangganan HOOQ adalah seharga Rp 49.500 per bulan. Pelanggan dapat memilih untuk membayar tagihan mereka melalui kartu kredit atau operator telekomunikasi yang menjadi mitra HOOQ yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, Smartfren, dan Hutchison 3G.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)