Siapa Bos Baru Asuransi Perjalanan Air Asia?

Tune Protect Group Berhad (Tune Protect) menunjuk Razman Hafidz Abu Zarim sebagai Group Chief Executive Officer (CEO). Ini menyusul persetujuan regulator dan pengunduran diri Junior Cho, CEO sebelumnya, efektif pada 15 Juli 2016.

“Saya bangga mendapat kesempatan untuk memimpin Tune Protect dan membawanya lebih dekat sebagai asuransi digital yang menjadi pilihan masyarakat. Saya menghargai kepercayaan yang diberikan dari Dewan Direksi dan regulator terhadap kemampuan saya untuk membawa Tune Protect mencapai potensi penuhnya,“ kata Razman dalam rilisnya.

Razman telah menempati posisi di dalam Dewan Direksi Tune Protect sebagai Chairman dan Direktur Independen Non Eksekutif. Dia juga merupakan Chartered Accountant (CA), dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam bidang manajemen kepemimpinan, restrukturisasi perusahaan, merger dan akuisisi, keuangan perusahaan dan konsultasi manajemen, serta audit.

Group CEO Tune Protect Group Berhad, Razman Hafidz Abu Zarim Group CEO Tune Protect Group Berhad, Razman Hafidz Abu Zarim

Saat menjabat sebagai CEO, Razman memimpin Malaysian Assurance Alliance (MAA) menjadi perusahaan asuransi jiwa no. 1 di Malaysia dalam hal premi bisnis baru. Selama kepemimpinannya, MAA juga meraih predikat Life Insurer of the Year pada tahun 2001 dari salah satu majalah asuransi yang berbasis di Hong Kong.

Ratifikasi penuh ASEAN Open Skies baru-baru ini ditambah dengan usaha pemerintah dalam mengimplementasikan bebas visa akan menggerakkan peningkatan kapasitas dan rute baru bagi penumpang. Ini akan berdampak bagus terhadap angka pertumbuhan pengguna asuransi perjalanan di kawasan.

Razman melihat potensi pertumbuhan yang luar biasa di Indonesia, terlebih sejak mulai meningkatnya kesadaran travelers mengenai pentingnya asuransi perjalanan. Mereka lebih kritis dan terinformasi dengan lebih baik. Asuransi perjalanan membuat bepergian dengan lebih tenang, terutama apabila terdapat kejadian yang tidak terduga.

“Bisnis Tune Protect akan berkembang bersama AirAsia, seiring dengan peningkatan frekuensi dari rute yang ada saat ini, maupun melalui ekspansi dengan penambahan rute baru,” kata dia.

Operasional via online merupakan kelebihan dari Tune Protect. Dengan biaya lebih efisien, perseroan bisa menawarkan harga premi yang lebih hemat kapan pun dan di mana pun. Pelanggan lebih mudah dan nyaman saat membeli polis. Tune Protect kini berada di lebih dari 50 negara, di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, India dan Afrika.

Razman yakin Tune Protect dapat terus mempertahankan angka pertumbuhan tahunan double digit dengan adanya pertumbuhan berkelanjutan dalam hal jumlah penumpang yang bepergian di maskapai yang menjadi mitra kami. Prioritas Tune Protect tetap pada peningkatan kualitas produk dan kesadaran akan brand sembari mendorong angka pertumbuhan pengguna.

“Kami berencana mengembangkan jalur distribusi yang beragam dan memperluas penawaran produk melalui berbagai agen perjalanan. Indonesia merupakan kontributor terbesar ketiga dalam segmen bisnis Global Travel di Asia. Kami sedang menjajaki beberapa target akuisisi di Indonesia,” ujar dia.

Tune Protect bermitra dengan AirAsia Group dan perusahaan afiliasinya, Malayan Insurance Company, Inc. untuk Cebu Pacific Air, Air Arabia, Cozmo Travel LLC dan AAE Travel Pte Ltd untuk menyediakan perlindungan perjalanan di seluruh dunia, yang dapat dibeli secara online maupun melalui agen perjalanan, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. Lebih dari 8 juta polis asuransi perjalanan di seluruh dunia diterbitkan sepanjang tahun 2015.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)