Strategi Bangun Ekosistem Industri Kreatif Hantarkan Yuwono Imanto Raih Gelar Doktor

Yuwono Imanto, Strategic Corporate &Branding Director PT Propan Raya raih gelar doktor dari FEB UI

Yuwono Imanto, Strategic Corporate & Branding Director PT Propan Raya resmi meraih gelar doktor dari program studi Ilmu Manajemen, Kekhususan Manajemen Stratejik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

Gelar tersebut berhasil diperoleh setelah disertasinya dengan judul 'Model Ekosistem Inovasi Industri Kreatif pada Kota Kreatif di Indonesia' dinyatakan lulus oleh tim penguji sidang terbuka yang di gelar di kampus UI Depok pada 8 Januari 2019 lalu.

Ir. Ruslan Prijadi, MBA, Ph.D selaku promotor, menjelaskan, dalam penelitiannya Yuwono harus mencari komponen-komponen apa yang dibutuhkan oleh para UMKM industri kreatif dalam sebuah kota untuk tumbuh berkembang.

"Jadi kota ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam atau komoditi dari alam, misalnya minyak atau mineral, maka ada satu sumber daya yang abundant, yaitu sumber daya manusia, tepatnya ada di kemampuan berinovasinya," ujar Ruslan.

Ketika berinovasi, lanjut Ruslan, yang diadu adalah kreativitasnya. Untuk itu, sekelompok orang yang tinggal di suatu kota dan belajar menjadi manusia yang kreatif maka dia akan menjadi sumber daya yang luar biasa bagi perkembangan industri kreatif di kotanya.

Hasil penelitian Yuwono menunjukkan bahwa learning orientation dari UMKM industri kreatif merupakan faktor yang fundamental dan menjadi driver utama bagi UMKM dalam berinovasi melalui proses pembelajaran yang dilakukan pada organisasi UMKM (organizational learning).

Sebagai sebuah organisasi UMKM juga harus memiliki kapabilitas membangun jejaring (networking capability), misalnya mengevaluasi relasi dengan mitra bisnis, mencari mitra lokal yang cocok, membangun jejaring antar industri bukan hanya industri sejenis saja. Melalui networking bisa didapat banyak informasi penting seperti potensi pelanggan, pasar dan kompetitor.

Komponen ketiga adalah kolaborasi dengan universitas misalnya dengan mengadakan atau memanfaat penelitian di universitas. memanfaatkan universitas untuk mengubah implicit knowledge UMKM menjadi explicit knowledge. Pihak universitas pun diharapakn proaktif mendekatkan pengetahuan dan penelitian sesuai kebutuhan industri dan UMKM.

Komponen keempat yakni, dukungan pemerintah. Peran utama pemerintah untuk membuka akses baik untuk pasar, modal, institusi penelitian, inkubator bisnis serta menjadi learning organization.

Peran keempat komponen tersebut kemudian menjadi penggerak
utama dari pembangunan kapabilitas inovasi dan kapabilitas
tersebut menghasilkan UMKM dengan innovation performance.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)