Strategi BNI Genjot Kredit Naik 13,3%

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat kredit yang disalurkan hingga akhir Kuartal III 2017 sebesar Rp 421,41 triliun atau tumbuh 13,3% di atas realisasi kredit pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 372,02 triliun.

Realisasi kredit tersebut jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit di industri yang mencapai 8,2 % per Juli 2017.

Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta, mengatakan, strategi yang dilakukan manajemen BNI untuk mendorong pertumbuhan kredit di,atas industri ada dua. Pertama, menggali potensi pasar pembiayaan BUMN dengan fokus pada proyek infrastruktur dan sektor industri yang memiliki risiko rendah dan terkontrol.

Kedua, mengoptimalkan jaringan dan outlet untuk mampu menggarap potensi pasar yang ada. Ketiga, menggali potensi supply chain debitur korporasi untuk menangkap potensi debitur baru.

Penyaluran kredit BNI ke Sektor Business Banking menjadi yang utama dengan komposisi 78,3 % dari total kredit atau sebesar Rp 329,75 triliun, tumbuh 13,9 % dibandingkan periode yang sama tahun 2016 senilai Rp 289,47 triliun. Pada sektor Business Banking ini, kredit BNI disalurkan ke segmen Korporasi (sebesar 23,6% dari total kredit), kredit BUMN (19,4%), lalu ke segmen Menengah (16,1%), dan segmen Kecil (12,8%).

Untuk meningkatkan penyaluran kredit ke Segmen Korporasi, Manajemen BNI telah melaksanakan paduan strategi. Pertama, fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur dan BUMN. Kedua, fokus pada pembiayaan sektor berisiko rendah seperti pertanian dan perkebunan. Ketiga, tidak melakukan ekspansi ke sektor yang berisiko cukup tinggi karena faktor eksternal, seperti pertambangan.

Adapun strategi yang disiapkan oleh manajemen dalam mengoptimalkan penyaluran kredit ke segmen menengah adalah, pertama, mengoptimalkan debitur-debitur segmen Menengah yang merupakan supply chain financing debitur korporasi. Kedua, meningkatkan kualitas monitoring pembiayaan kredit segmen menengah melalui pemberian kewenangan pimpinan wilayah.
Sementara itu, penguatan kredit pada segmen Kecil dilakukan dengan, pertama, mengoptimalkan jaringan melalui penetapan outlet sebagai full branch. Kedua, fokus pada pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di samping kredit ke Sektor Business Banking, BNI juga mengucurkan pembiayaan ke Sektor Bisnis Konsumer yang teralokasikan sebesar 16,3% dari total kredit atau sebesar Rp 68,53 triliun, tumbuh 9,2% di atas realisasi periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 62,73 triliun. Kredit ke Sektor Consumer Banking terutama mengalir untuk Kredit Kepemilikan Rumah (BNI Griya), Kartu Kredit, dan Fleksi. Pertumbuhan ini diraih dengan dua strategi utama, yaitu optimalisasi potensi pembiayaan melalui produk payroll nasabah dari debitur institusi. Juga, melalukan optimalisasi cross selling.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)