Strategi Co Branding BlueScope Zacs Menggarap Pasar Atap

Salah satu aspek penting dari dibangunnya sebuah rumah adalah pertimbangan  keamanan, kenyamanan dan investasi. Manusia terus mencari pemenuhan akan aspek-aspek tersebut dalam bentuk yang lebih baik dari sebelumya, seperti dengan menggunakan atap dan rangka atap berbasis baja lapis sebagai bahan utama dalam membuat rumah.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT NS BlueScope Indonesia (BlueScope), produsen baja lapis di Indonesia sejak tahun 1994 bersama dengan PT Tatalogam Lestari, yakni produsen atap dan rangka atap, memperkuat kemitraan melalui aktivitas co-branding dalam penggunaan merek dagang Sakura Roof, Fancy dan Taso yang berbahan dasar baja ringan BlueScope Zacs Paint, Natural dan Truss.

BlueScope kembali memperluas distribusi melalui kerja sama merek BlueScope Zacs untuk menyediakan produk dengan teknologi tinggi. Sinergi ini dilatarbelangi rendahnya tingkat kesadaran para pemilik rumah di Indonesia terhadap pentingnya memilih rangka atap dan penutup rumah terbuat dari produk baja lapis ringan yang berkualitas dan memberikan jaminan serta nilai tambah bagi mereka untuk menghindari risiko dan kerugian yang timbul oleh karena penggunaan atap dengan material baja lapis yang berkualitas rendah.

(kiri-kanan) Asep Rohaendy - Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Indonesia, Mr. Simon Linge - President Director PT NS BlueScope Indonesia, Stephanus Koeswandi - Vice President PT Tatalogam Lestari, dan Sally Dandel - VP Marketing NS BlueScope Indonesia dalam konferensi pers Launch Kemitraan Strategis BlueScope Zacs™ Oleh PT NS BlueScope Indonesia dan PT Tatalogam Lestari (kiri-kanan) Asep Rohaendy - Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Indonesia, Mr. Simon Linge - President Director PT NS BlueScope Indonesia, Stephanus Koeswandi - Vice President PT Tatalogam Lestari, dan Sally Dandel - VP Marketing NS BlueScope Indonesia dalam konferensi pers Launch Kemitraan Strategis BlueScope Zacs™ Oleh PT NS BlueScope Indonesia dan PT Tatalogam Lestari

“Pertumbuhan kebutuhan baja lapis di Indonesia meningkat hingga 5%. Terlihat bahwa konsumen mulai beralih kepada material baja lapis sebagai bahan utama atap dan rangka atap. Namun masih banyak pemilik dan pembangun rumah belum menyadari pentingnya faktor kualitas dalam memilih material tersebut," ujar Simon Linge, Presiden Direktur PT NS BlueScope Indonesia.

Saat ini material atap hanya memakan 10% dari total biaya pembangunan rumah, sehingga terkadang pemilik dan pembangun rumah tidak terlalu mementingkan merek dengan kualitas terbaik. Co-branding ini diklaim memudahkan konsumen mengidentifikasi produk dimana pada bagian belakang produk akan mencantumkan branding text BlueScope Zacs sebagai jaminan kualitas material, seperti atap Sakura Roof bermaterial BlueScope Zacs Paint.

Ada pula atap fancy bermaterial BlueScope Zacs Natural dan  rangka atap Taso bermaterial BlueScope Zacs Truss. Material baja lapis untuk penggunaan eksterior minimal menggunakan lapisan AZ 100 di mana perusahaan memberikan garansi 10 tahun ketahanan korosi dan 5 tahun ketahanan warna.

Co-branding ini didukung dengan Sertifikat Nasional Indonesia (SNI) yang dimiliki perusahaan, yaitu Australian Standard AS1397, dan AS1365. Selain itu menggunakan substrat AZ100 (ketebalan Alumunium dan zinc), kepastian kompisis lapisan 55% Aluminum, 43.5%, Zinc, dan 1.5% Silicon dan kadar coating AZ 100 gr/m2 sehingga aman, lebih tahan karat, tahan cuaca dan cerah lebih lama.

Menurut Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari, inisiatif co branding ini  bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk-produk mereka. Simbolis dari co branding ini secara serentak menempatkan stan di 7 outlet Roofmart di Jabodetabek, yang berlokasi di Karawaci, BSD, Meruya, Kelapa Gading, Bekasi, Depok dan Bogor. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)