Strategi Pengembangan Pelabuhan Manajemen Baru Pelindo II

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II pada bulan Mei 2015 berhasil menerbitkan global bond/surat hutang sebesar US$ 1,1 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun 2025 dan US$ 500 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2045, masing-masing dengan bunga sebesar 4,250% per tahun dan 5,375% per tahun.

Transaksi ini dinilai sebagai sentimen positif investor terhadap Indonesia dan dukungan penuh untuk sektor-sektor prioritas negara, terutama pada pengembangan infrastruktur dan investasi jangka panjang yang dipandang strategis.

Pelindo II

Pada tahun 2015, Pelindo II berhasil mencatat peningkatan pada kunjungan kapal non reguler 17% menjadi sebesar 83,3 juta gross tonage (GT) seiring dengan modernisasi fasilitas kepelabuhanan maupun pemisahan penanganan barang di terminal-terminal Pelabuhan.

Secara keseluruhan, Pelindo II menangani 43,8 ribu kapal atau 201,7 juta GT di luar Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Arus barang yang ditangani Pelabuhan sebesar 85,7 luta Ton dengan peningkatan hampir 90% pada kargo ternak. Petikemas yang ditangani lPC sebesar 5,9 juta TEUs yang lebih dari 80% dilayani di tiga terminal petikemas di Jakarta.

Susunan manajemen baru di lingkungan Pelindo II oleh Kementerian BUMN pada awal kuartal II 2016 diharapkan dapat melakukan pembenahan dan pembaharuan di seluruh cabang pelabuhan dan anak perusahaan.

“Fokus perusahaan adalah pada empat area yaitu meneruskan hal-hai yang baik (going concern), menyesuaikan hal-hal yang perlu disesuaikan (governance), menyelesaikan hal-hal yang perlu diselesaikan (pending matters) dan memperkenalkan hal-hal baru (business development),” ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya.

Pelindo II terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek untuk secara bertahap menghadirkan pelayanan dan fasilitas yang baik. Melalui beberapa proyek pengembangan pelabuhan seperti Terminal Kalibaru/NewPriok dimana Container Terminal 1 telah melaksanakan trial operation dengan lancar pada bulan Januari dan Mei 2016 dan direncanakan beroperasi komersial penuh pada bulan Juli - Agustus 2016. Terminal ini didukung fasilitas dan dapat dikembangkan secara bertahap melayani kapal-kapal petikemas di atas 18.000 TEUs. Hal ini diharapkan dapat mendorong efektivitas biaya logistik di lndonesia dengan efisiensi dari skala ekonomi kapal-kapal besar tersebut.

Ke depannya lPC akan terus berkomitmen pada sisi penawaran atau supply kapasitas kepelabuhanan dengan menjalankan berbagai proyek investasi besar sesuai dengan proyeksi permintaan pasar yang disesuaikan dengan kondisi terakhir. Adapun empat proyek yang telah diinisiasi oleh IPC telah masuk dalam daftar proyek strategis yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik lndonesia No. 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional tangal 8 Januari 2016, yaitu Inland Waterways (Cikarang-Bekasi-Laut Jawa atau CBL), Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Kalibaru dan Pelabuhan Kijing. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)