Strategi Tata Logam Mendobrak Kebiasaan Rangka Atap Kayu | SWA.co.id

Strategi Tata Logam Mendobrak Kebiasaan Rangka Atap Kayu

Kayu adalah salah satu bahan bangunan paling penting. Bisa dibayangkan berapa banyak pohon besar yang harus ditebang untuk membangun banyak rumah di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Jika penebangan dilakukan sembarangan, lingkungan akan rusak. Inilah yang melandasi PT Tata Logam Lestari untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan yakni baja ringan.

“Tantangan yang kami hadapi adalah keraguan konsumen terhadap kekuatan produk, kebiasaan tukang menggunakan kayu sudah melekat di Indonesia. Keahlian tukang juga belum mendukung aplikasi baja ringan,” kata CEO Tatalogam, Wulani Wihardjono.

Untuk itulah, perseroan gencar melakukan promosi untuk memperkenalkan produk lewat iklan, seminar, dan pelatihan. Para tukang mendapat pelatihan untuk meningkatkan keahliannya serta mengubah pola pikir dan kebiasaan tukang menggunakan kayu.

“Perjuangan untuk mengubah penggunaan kayu menjadi baja ringan adalah pengadaan pelatihan di berbagai SMK dan memasukkan aplikasi baja ringan di kurikulum sekolah. Ketika masyarakat khususnya tukang dan aplikator mulai mengenal baja ringan, mereka bisa memasang sendiri,” ujarnya.

Wulani Wiharjono, MBA., CEO PT. Tatalogam Lestari Wulani Wiharjono, MBA., CEO PT. Tatalogam Lestari

Menurut dia, setiap pengembangan produk pasti melewati inovasi. Meski begitu, perubahan yang muncul dari inovasi tidak akan berhasil tanpa adanya komitmen yang kuat dari manajemen tertinggi untuk terus melakukan perbaikan dan melibatkan sepenuh hati seluruh karyawan.

Salah satu skemanya adalah New Product Development yakni dari gagasan manajemen, kemudian dilakukan observasi, eksperimen, dan diturunkan ke level-level di bawah manajemen. Dengan adanya eksperimen yang didukung dengan teknologi, akan tercipta suatu desain dengan sebuah prototipe.

Dari prototipe yang ada kemudian divalidasi dan muncul satu produk yang akan dilempar ke pasar untuk mengetahui respon konsumen. ”Saat dilempar ke pasar inilah kami melakukan perbaikan dan pembelajaran. Input pasar menjadi bahan untuk perbaikan produk kami,” ujarnya.

Sejak berdiri tahun 1994 hingga 2015 lalu, perseroan telah melakukan 39 kali inovasi. Seluruhnya bukan produk yang terpisah, melainkan saling melengkapi. Satu produk melengkapi produk yang lain hingga terciptalah Domus, yakni rumah permanen instan.

Inovasi yang terkait baja ringan adalah pembuatan kolom praktis yakni kolom metal untuk pengecoran. Sehingga, waktu pembangunan rumah bisa lebih cepat karena penggunaan cor dengan merangkai besi-besi yang diisi seman memakan banyak waktu. Kolom praktis biasanya untuk sekat-sekat ruangan di tengah.

“Terobosan inovasi kami yang lain adalah mengubah rangka atap kayu menjadi baja ringan yang ramah lingkungan, tahan karat, anti rayap, ringan, dan presisi dalam pemasangan. Ini telah dirintis sejak 2004 dengan produk Sakura Truss,” katanya. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)