Tahun 2016 Jotun Targetkan Pertumbuhan 20%

Dengan target pertumbuhan 20% di tahun 2016 ini, Jotun mempersiapkan diri dengan inovasi terbarunya. Majestic Perfect Beauty & Care adalah salah satu produk terbaru Jotun yang masuk kategori cat premium. Hadirnya produk ini melengkapi fokus Jotun dalam menciptakan produk yang lebih hijau dan lebih aman.

Dikatakan sebagai produk yang lebih hijau dan lebih aman karena cat ini memiliki tingkat emisi cat yang rendah. Selain itu, tingkat bau yang dikeluarkan cat ini juga lebih rendah sehingga lebih aman digunakan walau di dalam rumah sekalipun.

Menariknya,  cat ini juga memberikan superb flow dan cukup menutupi dinding dengan dua lapis serta bisa tahan dari noda juga mudah dicuci sehingga warna yang dihasilkan bisa menjadi lebih tahan lama. “Daya tahan warna yang kami hasilkan dari produk ini beragam mulai dari 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 12 tahun. Jadi pengguna dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya jika memang suka mengganti warna cat dalam waktu dekat dapat menggunakan cat yang dengan daya tahan 3 tahun,” ungkap Victor Taslim, Sales Manager Jotun Indonesia.

20160317_123510-640x480

Pilihan warna yang ditawarkan pun beragam. Dengan 24 tren wrna, Jotun optimis dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. “Kami sangat kaya akan warna. Mulai dari tipe warna yang maskulin, feminin ataupun yang balance seperti kebiru-biruan kami sediakan untuk mewmuaskan konsumen,” kata dia.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh supplier cat dan coating powder ternama ini yaitu anti bakteri dan anti jamur sehingga efektif untuk mencegah pertumbuhan 12 jenis mikroorganisme yang sering ditemukan di rumah. Cat ini juga mengandung anti-formaldehyde sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

Di tengah pelemahan ekonomi yang terjadi sejak tahun lalu, tingkat penjualan Jotun masih tumbuh hingga 15% dengan volume Rp 700 miliar. “Memang kalau kita lihat market sedang slow. Tapi karena pasar kami adalah market menengah dan premium tidak terlalu terpengaruh dan masih tetap tumbuh,” ungka Victor.

Dalam menetapkan harga produk, Jotun terbilang cukup hati-hati. “Untuk tahun ini ada kenaikan harga sebesar 3%,” paparnya. Kenaikan harga ini dikatakan oleh Victor sebagai imbas adanya kenaikan UMR, karena untuk manufacturng cost yang dikeluarkan cukup besar sekitar 10% - 20%. Selain itu faktor nilai tukar Rupiah terhadap dollar juga cukup berpengaruh terhadap peningkatan harga ini.

Ke depannya Jotun terus menargetkan pertumbuhan double digit. “Selama 10 tahun terakhir, kinerja Jotun  selalu mencatatkan pertumbuhan yang double digit. Jadi tentunya kami berharap itu akan tetap terjadi ke depannya. Sehingga minimal kita bisa menjadi 2 besar di Indonesia dalam 5 tahun ke depan target kita itu bisa tercapai,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)