Tahun 2016 SMF Alokasikan Dana Pembiayaan Rumah Rp 6,1 Triliun

Dengan visi menjadi entitas mandiri yang mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atauu SMF memiliki 4 program yaitu Program Sekuritisasi, Program Pembiayaan, Program Penjaminan serta Program Pendidikan dan Pelatihan.

Tahun 2015, SMF kembali mengalami peningkatan terutama dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan. Yaitu melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang mencapai Rp 3,71 triliun, dan secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan hingga 31 Desember 2015 mencapai Rp 20,25 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 22% dari tahun sebelumnya yaitu Rp 16,54 triliun.

Raharjo menjelaskan, peningkatan kinerja SMF tahun 2015 dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesar Rp 200 miliar, dan penyaluran dana pinjaman sebesar Rp 3,51 triliun sehingga aset SMF di tahun 2015 adalah Rp 10,06 triliun. Posisi penyaluran pinjaman menjadi RP 7,84 triliun yang artinya mengalami kenaikan sebesar 21% dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp 6,50 triliun.

Sedangkan laba yang diperoleh pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 249 miliar dan ini juga menunjukkan kenaikan sebesar 44% dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 173 miliar. “Pencapaian tersebut terhitung cukup baik, mengingat kondisi ekonomi dalam negeri yang melambat di tahun 2015,” jelas Raharjo Adisusanto, Direktur Utama SMF. Untuk penerbitan Obligasi pada 2015, Obligasi PUB III Tahap I adalah sebesar Rp 500 miliar, Obligasi PUB III tahap II Rp 472 miliar dan Obligasi PUB III Tahap III sebesar Rp 600 miliar.

20160128_115542-640x480Raharjo juga menyampaikan bahwa di tahun 2016, SMF akan mengupayakan peningkatan penyaluran pinjaman pada perbankan syariah dan bank daerah selain perbankan konvensional melalui pendanaan dari pasar modal.

Selain itu, SMF  akan berupaya meningkatkan edukasi kepada perbankan untuk melakukan sekuritisasi melalui instrumen EBA-SP agar perbankan dapat mengurangi risiko kredit atas KPR akibat adanya risiko mismatch. Melalui sekuritisasi, perbankan memperoleh likuiditasnya kembali sehingga dapat disalurkan lagi ke masyarakat dalam bentuk KPR. Selain itu debitur yang tagihannya disekuritisasi mendapatkan pembiayaan jangka panjang dari pasar modal.

"Kontribusi SMF di sektor pembiayaan perumahan terus ditingkatkan, di mana total aliran dana di 2016 ini ditargetkan mencapai Rp 6,1 triliun. Ini terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 2 triliun dan penyaluran pinjaman Rp 4,1 triliun. Sementara untuk penerbitan surat utang diproyeksikan mencapai Rp 2,2 triliun," jelasnya. (EVA).

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)