Tanah Lot, Tak Henti Berbenah

Bali tak hanya punya Kuta, obyek wisata menawan dan tak terlupakan. Ada juga Tanah Lot yang menawarkan pemandangan unik, yakni dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya lagi di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Inilah yang menarik minat para pelancong di seluruh dunia. Tercatat, wisatawan yang berkunjung mencapai 2,8 juta orang pada 2013 dan 3,1 juta di tahun berikutnya.

Inilah yang membuat pembenahan secara terus-menerus menjadi hal yang wajib di Tanah Lot. Masalah parkir masih menjadi kendala, terutama di sore hari menjelang sunset, saat puncak kunjungan. Padahal, areal parkir mampu menampung 2.000 kendaraan. Tak jarang, pengunjung terpaksa memarkir kendaraannya di badan jalan yang menyebabkan kemacetan panjang. “Walaupun rata-rata kunjungan hanya dua jam, tapi di saat liburan, kenyamanan menjadi berkurang,” kata Toya Adnyana, Ketua Badan Pengelola Tanah Lot sejak tahun 2011.

Ia mengakui, tidak punya program spesial dalam pengelolaan Tanah Lot. Namun, pembenahan seperti perbaikan infrastruktur, penataan taman dan trotoar, serta perbaikan saluran irigasi terus digenjot demi memperbaiki kualitas layanan dan kenyamanan untuk para wisatawan. “Yang juga penting adalah toilet umum di areal parkir dan taman yang terus dibenahi kebersihannya,” kata pensiunan Dinas Kehutanan Pemerintah Kabupaten Tabanan ini.

Tanah Lot Tanah Lot

Pengelolaan kawasan wisata seluas dua hektar ini memang dilakukan bersama antara Pemkab Tabanan, Desa Pekraman Braban, dan Badan Pengelola yang juga mendapat amanah operasional sehari-hari. Untuk mempermudah kontrol, Toya membagi Badan Pengelola Taman Lot yang dipimpinnya menjadi 10 Divisi dengan tanggung jawabnya masing-masing, antara lain divisi kebersihan, keamanan, transportasi.

Divisi kebersihan paling banyak mendapat sorotan. Maklum saja, mereka harus menghadapi tumpukan sampah batok kelapa muda yang ditinggalkan sekitar 7.000 orang wisatawan yang datang setiap harinya. Angkanya bisa membengkak menjadi 9.000 pada saat libur akhir pekan. Jumlah itu masih bisa naik lagi menjadi 15.000 orang di musim libur sekolah dan mencapai puncaknya yakni 26.000 saat akhir tahun. “Setidaknya ada 2.000 batok kelapa muda yang terjual di kawasan ini setiap harinya. Akhirnya timbul masalah tersendiri sebelum Universitas Warmadewa menawarkan bantuan untuk mengolahnya menjadi briket,” ujar Toya.

Para pengunjung Tanah Lot tak perlu khawatir soal keamanan. Kawasan wisata yang mulai dibuka pada pukul 07.00 pagi dan tutup pukul 19.00 malam ini punya 30 orang satuan pengamanan (satpam) dan bantuan 45 orang pecalang dari desa adat. Untuk memantau suasana terkini di sekitar lokasi bisa lewat kamera CCTV yang dipasang di 16 titik. “Para turis bisa lebih tenang berbelanja di 450 kios suvenir yang 90% pemiliknya adalah warga desa adat. Bisa juga lewat 200 warga desa yang menjadi pedagang acung di kawasan wisata,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)