Telkomsel Bangun Ekosistem IoT Melalui Wadah TINC

Telkomsel memperkuat keseriusannya dalam mengembangkan Internet of Things (IoT) dengan meluncurkan program Telkomsel Innovation Center (TINC). Program ini merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia, berupa penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama ahli bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

Vice President Corporate Planning Telkomsel, Andi Kristianto, menjelaskan, ke,depan IoT menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia “Making Indonesia 4.0”. "Kami secara konsisten terus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global." jelasnya.

Program TINC diinisiasi Telkomsel untuk menciptakan ekosistem IoT yang matang, dapat mendukung terciptanya produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat. Perusahaan telekomunikasi ini menyadari bahwa untuk mengembangkan sebuah ekosistem diperlukan adanya kolaborasi. Dengan menginisiasi TINC, Telkomsel memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berkolaborasi dengan Telkomsel, membuka akses masuk ke pasar pelanggan dan mitra ritel Telkomsel, serta memberikan dukungan pendanaan hingga ke proses komersialisasi produk.

“TINC akan terlibat bersama para inovator baik itu startup, developer, maupun system integrator, selama fase pengembangan produk hingga komersil. TINC juga memberikan berbagai dukungan seperti connectivity sim card, development kit, dan fasilitas Lab IoT”, tambah Andi.

TINC menargetkan menjadi wadah bagi ratusan inovator Tanah Air. Selama setahun berjalan, kolaborasi bersama para inovator yang berada di bawah naungan TINC sudah menghasilkan berbagai solusi bisnis berbasis NB-IoT (Narrowband Internet of Things).

Solusi IoT yang saat ini sudah melewati masa inkubasi antara lain bike sharing di Universitas Indonesia hasil kolaborasi bersama Banopolis, automatic fish feeder / aqua culture solution bagi petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia hasil kolaborasi bersama eFishery, dan smart bin waste management system bersama Danone dan Alfa Mart yang merupakan hasil kolaborasi bersama SMASH. Sedangkan beberapa solusi bisnis lainnya yang akan segera masuk ke tahap komersialisasi antara lain adalah smart metering dan remote tank monitoring.

“Bersama para mitra, kami akan terus mengembangkan bisnis IoT yang menghadirkan solusi atas kebutuhan industri maupun masyarakat. IoT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan,” tambah Andi.

Peluncuran TINC dilakukan disela-sela TINC Conference & Exhibition di Balai Kartini. Acara ini diadakan sebagai sarana untuk membangun kesadaran manfaat IoT, serta dihadiri oleh para start up di industri IoT, developer (hardware maker, system integrator & enterprise), praktisi IoT, regulator, hingga para mahasiswa yang tertarik untuk dapat berkarya di industri IoT

Salah satu agenda pada TINC Conference & Exhibition adalah diskusi panel yang yang dihadiri Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto dan berbagai stakeholder terkait. Para peserta juga berkesempatan mengikuti kelas yang menghadirkan berbagai pembicara di berbagai topik seperti Platform Analytics, Device Makers, dan Connectivity. Pada acara ini Telkomsel juga memperkenalkan NB-IoT Lab pertama di Indonesia, yang dihadirkan sebagai fasilitas bagi inovator TINC untuk memanfaatkan konektivitas NB-IoT serta melakukan uji coba produk IoT yang mereka kembangkan.

“Lab IoT menawarkan ekosistem yang mengumpulkan developer, innovator, dan industry player untuk bekerja sama dan menghadapi tantangan nyata dengan menggabungkan komunitas IoT menuju dunia komersial sesungguhnya,” jelas Andi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)