Tiga Modal Advan Melaju Kencang

Produsen gadget lokal, PT Arga Mas Lestari (Advan) terus menjadi pembicaraan. Mereka berhasil membangun brand image, brand value, dan produk berkualitas. Modal mereka adalah produk harus dapat diterima pasar, serta strategi pemasaran dan penjualan yang mendukung.

“Tantangan beratnya adalah bagaimana membuat produk yang harganya rasional. Biaya R&D yang mahal biasanya ditaruh di harga produk. Kami tak mengejar harga tinggi, lebih baik ke volume penjualan,” kata Tjandra Lianto, Direktur Pemasaran Advan.

Advan menggandeng Intel dan Microsoft dalam pengembangan produknya. Data GfK QIII-2015 menobatkan Advan sebagai merek Tablet-PC No 1 di Asia Pasifik dan berhasil meningkatkan penjualan chipset Intel di Indonesia.

Menurut dia, semua sukses yang diraih tak lepas dari tim yang kuat dalam membangun budaya inovasi. Produk harus bagus dan mengikuti perkembangan teknologi. Tak heran, perseroan memiliki R&D di dua tempat yakni Shenzhen, Tiongkok, dan Jakarta, Indonesia.

“Yang pertama agar bisa menangkap lebih cepat apa saja tren di dunia. Yang kedua, agar lebih tepat melihat tren ponsel yang sedang berkembang dan sesuai kebutuhan pasar Indonesia,” katanya.

 Tjandra Lianto, Direktur Pemasaran Advan. Tjandra Lianto, Direktur Pemasaran Advan.

Perseroan tidak begitu saja mengadopsi teknologi yang tengah menjadi tren di dunia jika tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Contohnya, tren ponsel dengan sensor retina atau kedipan mata. Apalagi, jika teknologi tersebut tidak dianggap penting oleh pasar di Indonesia dan hanya berat di ongkos.

“Jangan sampai mubazir. Teknologi baru harus berbanding lurus dengan harganya. Kami fokus mengelola cost yang paling efisien. Tantangan terbesar adalah menyediakan produk bagus dengan harga yang rasional, bisa dibeli oleh hampir seluruh rakyat Indonesia,” kata pria yang pernah berkarier di Datascript dan Modern Group ini.

Dalam membuat produk baru, perseroan lebih dulu melakukan survei pasar untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terkini. Mereka dibantu Endee Communications yang melakukan survei ke sekolah, komunitas, dan tempat-tempat nongkrong anak muda. Hasil riset itu kemudian dibawa ke Shenzhen untuk diformulasikan menjadi produk baru.

“Survei memakan waktu sekitar 2-3 pekan. Dari proses ide menjadi produk membutuhkan waktu 3 bulan. Timing peluncuran produk juga sangat penting karena teknologi berkembang cepat dan persaingan juga sangat ketat,” ujarnya.

Strategi pemasaran yang tepat diwujudkan dengan menggandeng FC Barcelona. Ikon Barca, yakni Lionel Messi bahkan berkenan menjadi bintang iklan ponsel lokal ini. Rival abadi Real Madrid itu adalah klub sepakbola terbaik di dunia saat ini. Demikian juga El Messiah yang berulang kali menyabet gelar pemain terbaik dunia. Untuk mendukung lini penjualan, mereka terus memperbanyak jaringan service center. Saat ini, total ada 41 titik service center Advan di seluruh Indonesia.

“Kami ingin seperti MicroMax, ponsel lokal di India yang merajai pasar di sana, bahkan kami ingin seperti Samsung, yang menjadi kebanggaan Korsel. Kami mendukung program TV seperti The Voice, Miss Indonesia dan program-program unggulan yang bisa mengharumkan nama bangsa,” katanya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)