Tiga Strategi Pegipegi Merespons Larangan Mudik Lebaran 2021

Pegipegi merilis data terbarunya terkait preferensi pulang kampung masyarakat Indonesia di Lebaran 2021 ini. Berdasarkan survey tersebut sebanyak 83,3% responden menyatakan tidak pulang kampung pada tahun 2020 lalu.

Sebelum adanya larangan mudik, sebanyak 72% responden berencana pulang kampung di tahun 2021 ini. Sementara, 28% responden memutuskan tidak pulang kampung di tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia ingin mudik pada periode Lebaran tahun ini, karena sebagian besar dari mereka tidak mudik pada Lebaran tahun 2020 lalu.

Ada tiga strategi yang dilakukan platform dalam menjawab larangan mudik tersebut yakni mengadakan flexible ticket booking, safe travel feature, dan promo staycation. “Untuk menjawab hal itu, Pegipegi ingin menjembatani kebutuhan masyarakat dan sekaligus mendukung kebijakan dari pemerintah melalui kampanye #KebersamaanTanpaBatas. Dalam kampanye ini, masyarakat bisa melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan yang fleksibel, sekarang atau nanti,” kata Priya Vohra, VP of Business Operations Pegipegi.

Lebih jauh dia mengatakan, Pegipegi juga mengadakan promo Kejar Untung Ramadan (Kurma) yang menyediakan diskon hingga 50% semua produk Pegipegi. Sedangkan, untuk masyarakat yang tidak pulang kampung, platform menyediakan promo staycation.

Hal tersebut sejalan dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh Pegipegi, data menunjukan sebanyak 69% masyarakat berencana untuk staycation pada saat Lebaran, dan 28% masyarakat ingin melakukan staycation di luar kota namun masih dekat dengan kota tempat tinggal.

Adapun faktor-faktor yang memengaruhi responden memutuskan tidak pulang kampung. Di antaranya, 77% responden merasa khawatir tertular virus Covid-19 ketika bepergian, 61% responden khawatir membawa virus Covid-19 ke keluarga, 45% responden belum mendapatkan vaksinasi, 40% responden khawatir daerah tujuannya termasuk dalam Zona Merah Covid-19, dan 38% responden karena harga tiket relatif masih mahal.

“10 kota yang menjai tujuan favorit Lebaran, jika pulang kampung diperbolehkan adalah Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, Medan, Semarang, Bandung, Padang, Malang, Purwokerto, dan Solo,” kata Ryan Kartawidjaja, Head of Commercial Pegipegi menambahkan.

Di sisi lain, kebijakan larangan mudik ini juga mempengaruhi industri penerbangan di Indonesia. Asa Perkasa, Regional CEO Jakarta Raya, Garuda Indonesia mengatakan bahwa Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian transportasi selama periode Mudik Lebaran 2021 yang berlaku mulai tanggal 6—17 Mei 2021 mendatang.

“Sebagai bentuk komitmen dari Manajemen Garuda Indonesia untuk turut berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, adalah dengan memastikan ketersediaan konektivitas udara bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dalam periode tersebut, atau masyarakat yang termasuk dalam kategori dikecualikan,” kata dia.

Sementara itu, peningakatan tren staycation di masa libur lebaran menjadi angin segar pagi industri perhotelan. Alice Sulistyawati, Corporate Director of Sales Tauzia Hotel Management Indonesia mengatakan, saat ini pemesanan hotel pada periode Lebaran sudah terlihat kenaikan sebanyak 30% dari periode new normal selama pandemi.

“Namun, terjadi shifting perilaku di masyarakat dari yang tadinya mencari hotel yang terjangkau, saat ini masyarakat justru mencari hotel yang bersih, aman, dan nyaman,” kata dia menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)