Tips Mengelola SDM Gaya Standard Chartered

Guna berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan nasabah, Standard Chartered mengadakan diskusi panel tentang sumber daya manusia (SDM). Acara yang bertemakan peningkatan sumber daya manusia di tengah gejolak ekonomi ini mengundang 100 orang nasabah Standard Chartered dari berbagai industri. “Panel diskusi ini diharapkan menjadi ajang bertukar pikiran dengan memanfaatkan pengalaman kami di industri perbankan,” ujar Shee Tse Koon, CEO Standard Chartered Bank Indonesia.

stanchart-320x175

Suryantoro Waluyo, Country Head of Human Resources Standard Chartered, mengatakan, beberapa hal yang penting dalam mengelola sumber daya di perusahaan adalah pertama, kenalilah karyawan Anda. Kedua, ketahuilah strategi perusahaan. Ketiga, bangunlah kepercayaan ke karyawan dan juga manajemen. Keempat, pengimplementasian strategi haruslah konsisten. Kelima, setelah implementasi haruslah dilakukan evaluasi, namun harus tetap bisa beradaptasi dengan perubahan.

Kemalsjah Siregar, Managing Partner Kemalsjah & Associates, mengatakan, komunikasi merupakan hal yang vital di perusahaan. Ia menyarankan komunikasikanlah secara transparan ketika perusahaan merugi atau untuk ke karyawan.

Bagaimana menyikapi gen Y? Suryantoro mengatakan kebutuhan gen Y di setiap industri berbeda. Misalnya, gen Y di pabrik semen tidak butuh tunjangan rumah. Karena mereka disediakan rumah oleh perusahaan. “Di bank, gen Y ingin diberi tantangan yang lebih. They want to learn more. They want to be exposed more,” jelasnya. Jadi, jenjang karier belum tentu yang dibutuhkan oleh gen Y. Mengenai gen Y yang selalu ingin cepat naik jenjang, Cynthia Wihardja, Action Business Coach, mengatakan, jangan menganggap hal itu sebagai masalah, tetapi anggaplah sebagai tantangan. “Jika gen Y minta naik jabatan saya iyakan asal mereka bisa membuktikan ke saya mereka pantas naik jabatan. Jadi saya dan mereka sama-sama tertantang,” jelasnya.

“Dengan diadakannya diskusi panel ini, akan menjadi nilai tambah bagi nasabah Standard Chartered. Sehingga nasabah tetap setia menjadi nasabah kami. Di industri perbankan hanya kami yang mengadakan diskusi mengenai sumber daya manusia tanpa dipungut biaya,” dia mengklaim. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)