Kiat Torabika Menjelajah Puluhan Negara di Dunia

PT Torabika Eka Semesta (anak usaha Grup Mayora) Tbk saat ini sudah menjadi salah satu produsen kopi terbesar di ASEAN dengan merek Torabika. Jumlah produksi sebesar 50 juta bungkus per hari, dan sekitar 30-40% dari jumlah produksi tersebut di ekspor ke lebih dari 90 negara (total ekspor semua produk Mayora). Ini merupakan suatu keberhasilan besar dan tentunya juga tantangan bagi Mayora  untuk terus dapat meningkatkan kualitas Torabika.

IMG_20150320_150959

Agar memiliki kualitas yang baik, bijih kopi Torabika berasal dari seluruh kawasan di Indonesia, yang salah satunya dari provinsi Lampung sebagai penghasil kopi utama di Indonesia. Khusus untuk Lampung, Torabika memiliki fasilitas pengolahan bijih kopi, dari sejak awal sampai siap dikirim, kualitasnya diperiksa sendiri oleh Mayora, dan hanya kualitas terbaik yang akan disajikan untuk semua minuman Kopi Torabika.

"Semua kopi yang kami olah menggunakan mesin otomatis dan teknologi dengan system yang tertutup, sehingga menghasilkan aroma yang terjaga," ujar Gunantyo, Manufacturing Division Head Torabika. Ia melanjutkan, sebagai penikmat kopi, segelas kopi yang diminum pasti memiliki makna, dan menurutnya, kopi harus betul-betul kuat, yaitu memiliki aroma yang kuat, karena ketika di minum, harus bisa terasa pekat di lidah.

Setelah pemilihan biji kopi berkualitas, proses pembuatan kopi dilanjutkan di pabrik Torabika yang berlokasi di Cikupa, dan sudah beroperasi sejak tahun 1992. Pabrik ini merupakan pabrik milik Mayora Group, yang memiliki fasilitas produksi, baik produk ground coffee dan juga produk kopi instan. "Kami adalah salah satu produsen kopi terbesar di ASEAN dengan kapasitas produksi sudah berjalan sekitar 50 juta bungkus per hari, dan untuk produk kopi, sudah di ekspor ke 20 sampai dengan 25 negara," Gunantyo mengklaim.

Proses ekspor kebanyakan berasal dari Jakarta, yang di kirim ke seluruh Indonesia, lalu berlanjut ke ASEAN, setelah itu Asia, Afrika, sampai Eropa. Ricky Afrianto, Global Marketing Director PT Torabika Eka Semesta, mengatakan, Torabika juga baru masuk ke pasar Rusia.

"Kami cukup beruntung sudah menjajah cukup positif negara-negara lain. Di 2014 kita tembus Rp 14 triliun. Target growth 2015 dua kali pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ekspor kita sudah 30%," tuturnya.

Strategi bisnis yang digunakan oleh Torabika adalah selalu berinovasi, yaitu bagaimana Torabika menalurkan inovasi bukan hanya kopi cap. "Jahe yang pertama kami, mocca yang pertama kami juga,  super creamy pun kami.  Strategi kami adalah different dengan yang lain. Strategi awal yaitu awareness. Target pasar adalah orang yang bukan meminum kopi hitam, yaitu anak-anak muda," jelas Ricky.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)