Toto Sugiri Bangun Komplek Pusat Data DCI

Toto Sugiri

Pemain baru pusat data, Data Center Infrastructure Indonesia (DCI), membangun komplek pusat data di Kawasan Industri Cibitung di atas tanah seluas 3,6 hektar. Dalam komplek tersebut akan dibangun 8 gedung pusat data, satu gedung kantor, dan satu gedung pembangkit listrik. Rencananya komplek ini baru diresmikan bulan April nanti.

DCI memang pemain baru di pasar pusat data, namun melihat investasinya di bidang infrastruktur, perusahaan ini tidak bisa diremehkan. DCI membangun pusat data bersertifikasi Tier 4 dari Uptime Institute. Sejak memulai konstruksi bangunan awal tahun 2012 lalu, perusahaan yang menggandeng pemain global, Equinix, ini rampung mendirikan satu gedung perkantoran dan satu gedung pusat data berkapasitas 1.250 rak.

Meski okupansinya baru menggenapi satu lantai yang berisi 300 rak, DCI percaya diri dan serius menggarap perusahaan-perusahaan asing kelas kakap mission critical. Kehadiran DCI sebetulnya tidak benar-benar baru. Toto Sugiri, sang Chairman, adalah pendiri Sigma Cipta Caraka yang kemudian diakuisisi Telkom. Orang-orang di balik DCI pun bukan mereka yang baru kemarin sore bergelut di dunia pusat data. Sebut saja Djarot Subiantoro, mantan Presiden Direktur Sigma Cipta Caraka yang ikut mendirikan IndoNet bersama Toto dan menjabat sebagai presdir.

“Faktor kedua adalah demand-nya besar karena sekarang semua tergantung IT (information technology),” kata Toto. Ekonomi Indonesia yang membaik pun jadi faktor DCI percaya diri menggarap bisnis pusat data kelas atas. Hal tersebut didukung peraturan baru pemerintah tentang perusahaan yang dalam 5 tahun harus menempatkan pusat data untuk produktifitas dan back-up di Indonesia. “Perusahaan Jepang kalau memindahkan produktifitasnya ke luar justru dapat insentif,” kata Toto. Begitu halnya di Singapura juga sedang dibahas peraturan untuk punya pusat data ketiga di luar Singapura.

Pemilihan lokasi gedung pusat data DCI di Cibitung pun bukan tanpa alasan. Pasokan listrik di kawasan industri ini dinilai sesuai dengan kebutuhan DCI yang mencapai 60 mega Watt. Sebagai cadangan pasokan listrik, DCI siaga dengan gas. Daerah ini pun homogen, bersih dari bangunan-bangunan yang memicu terjadinya kebakaran seperti restoran atau pemukiman penduduk. Selain itu, akses menuju lokasi yang terbilang mudah dan hanya berjarak 24 kilometer dari Jakarta juga jadi bahan pertimbangan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)