Tour de Singkarak Gairahkan Pariwisata Sumatera Barat

Dikelilingi oleh gunung, hutan, danau, sungai, hingga pesisir menjadikan Sumatera Barat provinsi yang bernilai bagi sektor pariwisata. Belum lagi, ragam budayanya meningkatkan daya tarik rumah bagi etnis Minangkabau ini.

Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusung kegiatan olahraga balap sepeda jalan raya yang dikombinasikan dengan nama objek wisata danau, Tour de Singkarak (TDS). Pemilihan olahraga balap sepeda dilatarbelakangi oleh kebijakan pengembangan pariwisata Sumatera Barat yang bersifat sustainable dan ramah lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan nilai sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.

TDS merupakan model yang memiliki dua sisi pendekatan, yaitu promosi atau pencitraan di satu sisi dan pengembangan destinasi pariwisata di sisi yang lain. Pemerintah Sumatera Barat meyakini bahwa peningkatan perkembangan kepariwisataan suatu daerah harus sejalan dengan kesiapan masyarakat menerima dinamikanya. Di sisi lain, diperlukan promosi atau pencitraan sebagai cara membentuk permintaan pasar.

"Melalui kedua pendekatakan, diharapkan akan terjadi aktivitas kepariwisataan yang sesuai dengan potensi dan kesiapan masing-masing daerah wisata,” tutur Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua Pelaksana Tour de Singkarak 2017.

TDS pertama kali dilaksanakan tahun 2009, menjadi salah satu event internasional pertama yang mengusung sport tourism di Indonesia. Acara ini menginisiasi kemunculan sport tourism di daerah lain, misalnya Tour de Banyuwangi, Tour de Celebes, hingga Tour de Molucas. Selain itu, TDS pernah dinobatkan sebagai acara dengan jumlah penonton terbesar ke-5 di dunia dalam kategori event balap sepeda versi UCI Union Cycliste Internationale dan ASO Amauri Sport Organization.

Nasrul mengklaim TDS sebagai acara bergengsi. “TDS juga merupakan sarana promosi yang efektif untuk membangun imej pariwisata Sumatera Barat sebagai salah satu tujuan destinasi pariwisata dunia. Melalui konsep sport tourism ini, dunia internasional diperkenalkan dengan keindahan Sumatera Barat, baik keindahan alam maupun keunikan budayanya,” ujarnya. Adapun dalam penyelenggaraan balap sepeda tersebut, rute disusun sedemikian rupa sehingga peserta dapat melalui destinasi pariwisata, seperti Harau, Kelok, Pantai Carocok Painan, Pantai Tiram Padang Pariaman, Sawahlunto, dan lain-lain.

Pada 2017, sekitar 85 ribu orang turis mancanegara, dan 7,7 juta orang turis domestik yang berkunjung ke Sumatera Barat. Sebanyak  200 ribu di antaranya datang ke Tour de Singkarak. Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun 2016, yaitu 81 ribu turis mancanegara dan 7,3 juta turis lokal.

Pencapaian angka tersebut tentunya didukung oleh kegiatan promosi yang kerap dilakukan penyelenggara. Mereka mempromosikan TDS melalui media dalam dan luar negeri, memasukkan TDS ke dalam One Hundred Wonder Event National, dan promosi langsung. Penyelenggara juga memasukkan kegiatan ini ke dalam kalender tetap pariwisata Sumatera Barat dan a kalender Asosiasi Sepeda Dunia.

Nasrul berharap, TDS akan menjadi event roadbike bergengsi di dunia seperti Tour de France. “Ke depan, diharapkan kegiatan TDS harus memiliki promotor tersendiri dari pihak swasta. Pemerintah telah mengantarkan selama 10 tahun agar kegiatan ini bisa mandiri,” tambahnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!