Tren Kerja Hybrid Meningkat, IWG Siap Investasi Besar di Indonesia

Pandemi Covid-19 mengubah budaya dan sistem kerja karyawan menjadi hybrid. Karyawan tidak lagi harus bekerja dari kantor. Tetapi, bisa bekerja dari rumah atau dari co-working space. Konsep sistem kerja remote ini merupakan solusi untuk mengurangi ruang yang dibutuhkan oleh perusahaan, sekaligus dapat mengurangi jumlah pekerja yang datang ke kantor setiap harinya.

Melihat tren baru tersebut, penyedia ruang kerja fleksibel, IWG, membuka 4 lokasi baru di Indonesia. Keempat lokasi yang disebutkan sebelumnya meliputi Signature South Quarter, Regus Jakarta JB Tower, Signature Menara Astra, dan HQ Hartono Mall Yogyakarta. “Gagasan tentang kantor pusat yang menjadi tempat ribuan orang bekerja menjadi tidak relevan lagi saat ini. Tidak menutup kemungkinan, konsep hub dan spoke menjadi sangat relevan di masa depan,” kata Lars Wittig, IWG’s VP for Sales ASEAN, South Korea.

Sejak 15 tahun beroperasi di Indonesia, IWG telah hadir 8 kota di Indonesia diantaranya Medan, Balikpapan, Makassar, Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. “Merupakan sesuatu komitmen penting bagi kami untuk bisa hadir dan melakukan ekspansi di lokasi-lokasi ini, karena tidak hanya terfokus di satu lokasi pusat ibu kota saja, namun di kota-kota lain di banyak wilayah di Indonesia,” kata Lars menambahkan.

Indonesia dipilih menjadi kawasan investasi besar bagi IWG lantaran adanya dukungan dari Pemerintah Indonesia yang memudahkan perusahaan asing untuk berinvestasi. Kedua, pemberian vaksin Covid-19 yang efektif dan adanya pembatasan kegiatan masyarakat membuat Indonesia siap untuk kembali membuka diri bagi peluang bisnis. Ketiga, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia diperkirakan tetap berada di level yang sama sebelum pandemi meski nanti pandemi usai. “Kami melihat Indonesia bahkan akan semakin kuat di ASEAN lebih dari sebelum pandemi,” ujarnya optimistis.

Studi PWC di Bulan Januari 2021 menyebutkan bahwa 83% perusahaan merasa transisi untuk bekerja secara jarak jauh telah berhasil. Angka tersebut meningkat sebanyak 10% sejak bulan Juni 2020. Menurut studi tersebut, banyak perusahaan yang berencana untuk menerapkan sistem kerja hybrid dengan kombinasi kerja dari kantor dan kerja secara remote.

Cara kerja fleksibel itu, menurut Lars, memberikan keuntungan finansial yang besar bagi perusahaan. Perusahaan dapat memangkas biaya operasional, meminimalisir risiko, dan tumbuh secara lebih cepat. Selain itu, perusahaan dapat melakukan efisiensi yang didukung oleh teknologi lewat platform atau aplikasi manajemen kerja tim, dukungan bisnis, dan para pekerja.

Sementara dari sisi karyawan, model kerja hybrid dapat membantu kesehatan mental karyawan dan mengurangi biaya transportasi mereka untuk pergi ke kantor utama. “Dengan memiliki lokasi yang dekat dengan masyarakat setempat, perusahaan dapat menjaring talenta yang lebih baik, yang tertarik dengan sistem kerja fleksibel,” kata Lars menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)