Trik Sentul City Dongkrak Kawasan  Selatan Jakarta

Pertumbuhan kota-kota penyangga kian pesat. Bekasi, Bogor dan Tangerang kian menjadi incaran pengembang ataupun konsumen baik yang membutuhkan maupun untuk investasi.

Melesatnya pertumbuhan kota-kota penyangga Jakarta menjadi pusat pertumbuhan baru. Hanya saja, perkembangan properti di Bogor memang berbeda dengan kawasan penyangga lainnya, seperti Serpong ataupun Bekasi. Karena akses transportasi dan infrastruktur yang masih terus ditingkatkan.

Bisa dipastikan kawasan Bogor menyimpan potensi besar dengan rencana jaringan jalan Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), dan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan pembangunan infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) yang akan sampai ke Bogor.

Pesatnya pertumbuhan Bogor didominasi oleh berkembangnya kawasan-kawasan perumahan di Kabupaten Bogor karena posisi yang relatif lebih dekat dengan Jakarta. Perumahan skala kota (township) yang terus berkembang di Kabupaten Bogor adalah Sentul City yang dikembangkan PT Sentul City Tbk. di atas lahan seluas 3.100 hektar.

Menurut Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. sampai saat ini Sentul City fokus dan terus mendorong pengembangan kawasan di selatan Jakarta. Alasannya, belum banyak digarap, khususnya kawasan Sentul, Bogor. Kawasan selatan Jakarta ini seperti permata yang belum digosok.

Ia optimis permintaan properti di Sentul City akan terus meningkat. Terlebih Sentul City menawarkan peningkatan kualitas hidup bagi penghuninya. Steven menambahkan, berbagai cara dilakukan Sentul City untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni Sentul City. Salah satu cara dengan melakukan penambahan fasilitas di Sentul City, baik fasilitas pendidikan, kesehatan, sampai gaya hidup.

”Dengan banyaknya fasilitas yang tersedia, penghuni tidak perlu keluar kawasan Sentul City untuk mendapatkan berbagai kebutuhan hidup sehingga waktu bisa dipergunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Steven.

Selain itu, Sentul City  melakukan pengembangan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Apalagi dengan memiliki sekitar 60-70% Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga polusi di Sentul City menjadi rendah. Karena RTH sangat penting peranannya dan memberikan dampak positif terhadap kualitas bagi penduduk yang mendiami suatu wilayah tersebut.

Foto: Dok Foto: Dok

Sentul City juga terus melakukan pembangunan infrastruktur sehingga Sentul City menjadi kota mandiri yang siap dari sisi infrastruktur. Kesiapan infrastruktur tersebut tidak hanya mencakup jalan utama kawasan, melainkan juga jalan lingkungan, instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, lampu penerang jalan umum (PJU), dan lain-lain.

Bahkan untuk membangun suatu kawasan mandiri yang infrastrukturnya belum mapan memang membutuhkan investasi lebih besar. "_Untuk membangun infrastruktur di kawasan Sentul City investasinya minimum Rp25 triliun, tetapi tentunya dalam jangka panjang,” kata Steven.

Apa yang dilakukan Sentul City akan berdampak terhadap harga tanah. Saat ini, harga lahan di kawasan perumahan Sentul City berkisar Rp7 juta - Rp13 juta per meter persegi. Sementara untuk lahan komersial, menyentuh angka Rp15-20 juta per meter persegi. Sedangkan harga properti Sentul City terendah Rp900 juta dan tertinggi Rp20 miliar.

Sentul City, saat ini sedang memasarkan tower pertama yakni Saffron Noble sebanyak 728 unit. Tipenya Ada  tiga tipe yakni tipe suite (34,5 m2), satu kamar tidur (52,6 m2), dan dua kamar tidur (63,8 m2). Harga jualnya antara Rp 600 juta hingga Rp 800 juta per unit. Apartemen Saffron Noble dilengkapi dengan lebih dari 88 fasilitas premium dan rencananya akan mulai diserahterimakan mulai tahun 2019 mendatang.

Untuk superbok Centerra  PT Sentul City Tbk. bekerjasama dengan PT PP Properti Tbk. melalui PT Sentul PP Properti juga tengah membangun proyek apartemen Verdura.

Di atas lahan 10.000 m2 yang terdiri atas 3 tower, apartemen Verdura akan merangkum sebanyak 1.836 unit apartemen atau 612 unit per tower.  Terdiri atas 3 tipe yakni tipe studio (28 m2), tipe 1 bedroom (41,2 m2), dan 2 bedroom (68,1 m2 dan 69,3 m2). Dipasarkan dengan harga mulai dari Rp16,5-22,5  juta per m2.

Mengingat harga lahan masih relatif lebih rendah,  apresiasi harga properti di Sentul City akan lebih tinggi di tahun-tahun mendatang. "Apalagi didukung dengan adanya akselerasi dalam pembangunan infrastruktur dan perkembangan fasilitas berkualitas tinggi lainnya,” kata Steven.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)