Tukar Sampah Kertas dengan Pertamax di SPBU

Sampah kertas HVS, kardus, koran bekas, berserakan di rumah. Eit, jangan dulu buru-buru dibuang. Lebih baik dibawa ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk ditukarkan dengan bahan bakar nonsubsidi, Pertamax. Namanya, program Pertamax Bersih Bersih yakni pembelian Pertamax yang berwawasan lingkungan.

Program ini memfasilitasi penukaran sampah Non Organik yakni kertas dan kardus dengan Pertamax. Aktifitas memilah sampah organik dan non organik menjadi punya nilai ekonomis. Harapannya, masyarakat merespons positif program ini sehingga dapat menarik banyak konsumen di Kota Bandung untuk terus membeli Pertamax serta meningkatkan kepedulian akan kebersihan Kota.

“Program kami, istilahnya, bank sampah. Kertas-kertas yang tidak terpakai dikumpulkan lalu ditimbang dan dicatat di bank sampah nilainya berapa. Setelah itu bisa ditukarkan dengan Pertamax,” kata Rully Marzuli, Operation Head PT Pertamina TBBM Bandung Group.

(Foto : Prio Santoso/SWA). (Foto : Prio Santoso/SWA).

Program ini dimulai dari awal 2015, kemudian launching Mei 2015. Alurnya, konsumen membawa sampah kertas, kemudian ditimbang. Itu nanti dipilah menjadi dua, kertas kategori A dan kategori B. Kategori A merupakan sampah kertas yang bernilai tinggi seperti kertas HVS, kertas kardus. Kategori B itu kertas koran yang tidak bersih. Harga kertas kategori A Rp 1.200 perkilogram, kategori B adalah Rp 700 per/kg.

“Untuk pelanggan yang sudah menyerahkan sampahnya akan ditulis di buku tabungan sesuai dengan jumlah timbangannya. Konsumen bisa menukarkan isi buku tabungannya langsung dengan Pertamax atau bisa disimpan dulu untuk ditukarkan nanti,” katanya.

Masyarakat Kota Bandung antusias menyambut program ini. Dari hasil survei yang digelar Universitas Padjajaran, hampir 70% masyarakat setuju dengan program ini. Penjualan Pertamax meningkat 200% meskipun tidak mencapai target 300%. Hingga saat ini, sudah ada 7.000 kg sampah yang ditukarkan oleh masyarakat dengan Pertamax.

“Program ini tujuannya tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk melestarikan lingkungan di Bandung. Ada 85 SPBU yang menggelar program ini dan rata-rata 14 orang di tiap SPBU ikut program ini,” katanya. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)