Jurus Bank Syariah Bukopin Menggaet Nasabah

Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar  di dunia, sayangnya masih banyak masyarakat yang belum menggunakan bank syariah. Karena itu, bank-bank syariah mulai melakukan berbagai cara untuk menunjukan eksistensi mereka.

Aris Wahyudi, Direktur PT Bank Syariah Bukopin (kanan) Aris Wahyudi, Direktur PT Bank Syariah Bukopin (kanan)

Salah satunya dengan masuk ke dunia pendidikan. Menurut Aris Wahyudi, Direktur PT Bank Syariah Bukopin, bank ini sudah mengeluarkan dana sebesar 40 miliar untuk membiayai beberapa sekolah mulai dari sekolah dasar hingga universitas dengan total 46 lembaga pendidikan.

Di sektor pendanaan, Syariah Bukopin juga mulai menyiapkan berbagai program salah satunya adalah program mini bank. Program ini ditujukan untuk mahasiswa dan mahasiwi di universitas, untuk melatih mereka dalam menghadapi dunia kerja perbankan. Mini bank ini dikelola oleh mahasiswa mulai dari customer service, teller, hingga back office. Selain itu, mini bank ini juga online dengan bank Syariah Bukopin.

Saat ini sudah ada 3 mini bank yang berjalan dan salah satunya berada di UNS. Selain itu mereka juga bekerjasama untuk SPB online di 6 sekolah, co-branding kartu atm dengan akrtu mahasiswa yang bekerjasama dengan 15 sekolah. Di beberapa universitas sendiri, perkenalan dengan bank syariah dilakukan oleh para dosen yang melakukan penelitian mengenai sistem keuangan syariah.

Hasil penelitian ini nantinya akan diterbitkan dalam bentuk paper dan diharapkan mampu mengikutsertakan para mahasiswa dalam penelitian tersebut. Para mahasiswa ini, nantinya akan menjadi para sumber daya manusia yang berkulitas di bidang syariah.

Jumlah sumber daya manusia yang mumpuni di bidang syariah tentunya akan dibutuhkan mengingat masuh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bank syariah. Hal ini terlihat dari sedikitnya kerjasama yang dilakukan bank syariah dengan berbagai pihak.

Dalam 4 bulan terakhir, dari 800 kerjasama perbankan hanya 91 kerjasama dilakukan dengan perbankan syariah. Dari total jumlah tersebut, 82 kerjasama dilakukan dengan bank BUMN syariah dan sisanya dengan BUMD dan swasta. Sementara itu, sebanyak 627 kerjasama perbankan dilakukan dengan bank konvesional BUMN dan 42 kerjasama dilakukan dengan bank konvensional BUMD.

Sisanya, sebanyak 131 kerjasama dilakukan dengan bank swasta. Aris sendiri berharap bahwa kerjasama dengan pihak pendidikan bisa jauh diperbesar. Hal ini mengingat masih kurangnya pemahaman orang awam terhadap perbankan syariah, sehingga bank konvensional maupun syariah dirasakan tidak memiliki perbedaan yang berarti.

Padahal sistem yang digunakan berbeda, yakni sistem bagi hasil. Dalam sistem ini nasabah dan bank sama-sama membagi keuntungan dari investasi yang dilakukan. Namun, sebenarnya tidak hanya keuntungan yang dibagi melainkan juga kerugian, apabila nasabah merugi maka bank pun akan terkena dampakanya.

Oleh karena itu, ia pun berharap bahwa universitas mampu menelurkan orang-orang yang pandai hukum syariah, sehingga bisa membantu untuk menuntaskan kesalahpahaman yang ada di public. Hingga saat ini, Bank Syariah Bukopin sendiri masih menggunakan cara yang konvensional dalam menarik nasabah,

“Hingga saat ini, masyarakat sangat tertarik untuk ikut program berhadiah. Waktu awal kami muncul kami sengaja menggunakan strategi ini, hingga nasabah mencapai ribuan yang mendaftar, kami sampai kebingungan.”

Ia pun mengaku masih menggunakan strategi yang sama sejak 2008 hingga saat ini. Kedepannya ia mengharapkan bantuan dari pemerintah dan universitas untuk semakin meningkatkan popularitas bank syariah di Indonesia.

.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)