Upaya Indogress Menangkal Serbuan Produk Impor

Dampak melemahkan ekonomi sangat berdampak terhadap industri keramik di Indonesia. Tahun lalu misalnya, penurunan produksi keramik mencapai 40%. Penyebab lain adalah beredarnya produk keramik impor yang diperkirakan mencapai 40 juta-50 juta meter kubik.

Menurut Hendrata Atmoko Vice President Director PT Asri Pancawarna (AP) , secara umum tahun 2015, kapasitas produksi kramik di Indonesia hanya mencapai 350 juta meter kubik/tahun atau sekitar 30 juta meter kubik/bulan. Tapi ia optimis, bisnis keramik tahun ini diprediksi akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, meskipun belum sesuai target yang diinginkan.

Adanya pasar terbuka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), merupakan tantangan dan sekaligus kesempatan besar bagi produk Indonesia untuk unjuk gigi dalam persaingan, mengingat harga produk impor lebih murah 10%-20%.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat PT AP sebagai produsen granit tile merk INDOGRESS dan DECOGRESS, terus berinovasi dan merilis produk barunya yang mengusung konsep vintage atau desain lawas yang tak lekang oleh waktu.

Kembalinya trend desain tegel tua yang kembali diminati pada beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan utama. Saat ini sudah cukup banyak karya arsitektur di Indonesia yang menggunakan kembali material kuno seperti tegel kunci dari jawa tengah dimana untuk mendapatkannya cukup sulit dan harganya mahal karena keterbatasan produksinya.

Oleh karena itu INDOGRESS mencoba menawarkan seri Vintage pada tipe Holland, Catalonia dan Andalusia yang desainnya diambil dari motif-motif eropa barat yang sampai saat ini masih disukai dan tak lekang oleh jaman.

Kehadiran produk ini, mengikuti jejak keberhasilan seri sebelumnya yang diluncurkan tahun 2015 yaitu seri Etnika yang desainnya diambil dari karya pengrajin batik tulis Nyonya Indo dari Jogjakarta.

indogress

Saat ini produk Etnika telah diproduksi masal dan digunakan dibeberapa proyek Hotel di Jogja dan Bali serta sudah dijual di beberapa negara tetangga seperti Taiwan, Malaysia dan Timor Leste. Produk ini merupakan salah satu unggulan merk INDOGRESS untuk membawa nama Indonesia dipasar ASEAN dan dunia.

Selain 3 motif seri Vintage tersebut INDOGRESS juga mengeluarkan beberapa seri produk yang juga kental dengan nuansa tua seperti seri Infinito yang terinspirasi dari semen ekspos dan seri Antiqua dan Corteza yang sekilas seperti material semen acian tua dan kayu yang sudah usang.

Untuk merek DECOGRESS, pada tahun ini PT AP juga mengeluarkan beberapa seri produk baru seperti seri Meteora, Basaltico dan Atmosfera yang mana konsisten seperti tahun-tahun sebelumnya lebih fokus pada desain motif marmer dan batuan (marble, rock & stones).

Dengan beragam varian pilihan motif dan koleksi dari INDOGRESS dan DECOGRESS, membuat PT Asri Pancawarna tetap optimis untuk menjual produk ditengah kondisi pasar dan ekonomi yang kurang baik saat ini.

Apalagi sejak 2005, produk INDOGRESS dan DECOGRESS sudah memiliki pangsa pasar sendiri dan bermain di segmen produk kelas atas. Bahkan saat ini telah bekerjasama dengan pengembang besar seperti Summarecon, Ciputra, Sinarmas, Agung Sedayu dan lain-lain.

Dengan pabrik di kawasan Dawuan, Cikampek, Jawa Barat, kapasitas produksi AP bertambah 350 ribu meter kubik /bulan. Dengan demikian, kapasitas produksi mereka kini mencapai 800 ribu- 850 ribu/bulan, atau yang terbesar di Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)