Upaya PP Properti Dongkrak Pendapatan Rp 4,5 Triliun

Ketika bisnis properti meredup, PT PP Properti justru menggeliat. Terbukti dengan pembangunan sejumlah proyek seperti Payon Amartha, Amartha View (Semarang), Pavillion Permata 2, Grand Sungkono Laggon, Grand Dharmahusada Lagoon (Surabaya), Grand Kamala Lagoon (Bekasi), Gunung Putri Square (Bogor), The Ayoma Apartement (Serpong), serta proyek joint venture di kawasan industri Jababeka dan Sentul City.

Pembangunan proyek-proyek tersebut telah dimulai sejak tahun 2015, sedankan 2 proyek joint venture baru dimulai pembangunannya pada tahun 2017. Proyek yang akan dioperasikan dalam 3 tahun ke depan yaitu Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon.

Menurut Taufik Hidayat Direktur Utama PP Properti Tbk total investasi ketiga mal tersebut sekitar Rp 530 miliar dimana untuk Grand Kamala Lagoon (Rp 130 miliar), Grand Sungkono Laggon (Rp 200 miliar), Grand Dharmahusada Lagoon (Rp 200 miliar).

20160601_131329

Untuk mendukung pendanaan PP Properti berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar untuk membiayai belanja modal 2016 yang akan digunakan untuk melanjutkan ekspansi menambah cadangan lahan baru. Karena hal ini untuk mendukung pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan di masa yang akan datang, melalui pembangunan proyek-proyek terbaru baik residensial maupun produk properti lainnya.

Seiring perkembangan megaproyek yang sedang digarap PP Properti menargetkan pendapatan Rp 4,5 triliun pada 2019 mendatang. Jumlah tersebut meningkat 200% dari raihan tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun.

Tahun ini PP Properti menargetkan pendapatan Rp 2,1 triliun, tahun 2017 (Rp 27 triliun), dan 2018 (Rp 3,5 triliun). Sedangkan dari sisi laba bersih yang ditargetkan PP Properti tahun ini sekitar Rp 365 miliar, 2017 (Rp 438 miliar), dan 2018 (Rp 525 miliar).

Sedangkan dari sisi marketing PP Properti mematok. Rp5,5 triliun pada 2019. Dari target itu mengindikasikan pertumbuhan sekitar 189 persen dibandingkan 2015 sebesar Rp1,9 triliun. Tahun ini PP Properti menargetkan sekitar Rp 2,5 triliun, 2017 (Rp 33 triliun) dan 2018 (Rp 4,3 triliun).

Diakui Taufik target tersebut merupakan target jangka panjang perseroan dalam tiga tahun. " Kami optimis dapat mencapai target itu seiring pembangunan yang terus dilakukan PP Properti lewat beberapa proyek barunya," kata Taufik.

Dengan pembangunan sejumlah proyek itu, PP Properti menargetkan dapat memiliki aset Rp12,4 triliun pada tahun 2019, atau meroket lebih dari dua kali lipat dari posisi aset pada tahun lalu sebesar Rp5,3 triliun.

Selain itu, PP Properti juga akan memacu pendapatan berulang (recurring income) dari sejumlah proyek, antara lain Swiss-belhotel Balikpapan, Balcony Mall, Grand Dharmasuda Lagoon Mall, Grand Kamala Lagoon Mall, Grand Sungkono Lagoon Mall, serta Park Hotel Lombok.

Taufik menambahkan, saat ini kontribusi dari reccuring income sekitar 5% yang berasal dari Park Hotel (Bandung dan Jakarta) dan satu mall di Surabaya. " Kami menargetkan dalam 3 tahun ke depan reccuring income menjadi 10%," katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)