Waduh, Lebih dari 85 Persen Pekerja Indonesia Kurang Gerak

IMG_20160518_100314_435Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas kesehatan melalui nutrisi yang tepat disertai aktifitas fisik atau olah raga, Herbalife menyelenggarakan Wellness Tour 2016. Kegiatan tahunan ini menghadirkan sejumlah Nutrion Advisory Board (NAB) Herbalife. Tahun ini Indonesia kehadiran Luigi Gratton M.D., M.P.H, salah satu NAB Herbalife, yang juga VP Nutrition and Development Herbalife. Wellness Tour 2016 ini akan diselenggarakan di 26 kota besar di kawasan Asia Pasifik, Jakarta salah satunya.

Andam Dewi, Country General Manager Herbalife Indonesia, menuturkan, NAB yang dihadirkan dalam Wellness Tour adalah para ahli di bidang nutrisi dan kesehatan dari berbagai negara yang mengkampanyekan pentingnya menjaga gaya hidul sehat melalui asupan nutrisi seimbang dan olah raga di seluruh dunia. Ia melanjutkan, acara ini menindaklanjuti hasil survei yang dilakukan Maret lalu dengan tajuk "Nutrition At Work".

Survei yang mengambil sampel 5.500 pekerja penuh di 11 negara di Asia Pasifik itu menunjukkan hasil, mayoritas pekerja di kawasan ini kurang gerak (sedentary lifestyle). Sembilan dari 10 pekerja atau 85 persen pekerja di Asia Pasifik menghabiskan setidaknya enam jam berkutat di meja kerja mereka dalam sehari. Sedangkan lima dari 10 pekerja menyantap makan siang di meja kerja mereka, dua hingga lima kali dalam sepekan. Indonesia menjadi negara tertinggi dengan jumlah pekerja yang menyantap makan siang di atas meja kerja mereka, dimana 71 persen pekerja menyantap makan siang mereka di atas meja kerja dua hingga lima kali dalam sepekan.

Survei juga mengungkapkan sebagian pekerja di Asia Pasifik sekitar 83 persen berolahraga kurang dari tiga kali dalam sepekan. Jadi enam dari 10 pekerja melakukan aktfitas fisik dalam satu har di tempat kerja mereka selama kurang dari 30 menit. Dengan data tersebut, masyarakat pekerja memiliki risiko tingh untuk terserang penyakit degeratif seperti obesitas dan diabetes.

Namun demikian, risiko mengalami obesitas bisa saja dihindari jika para pekerja bisa mengendalikan konsumsi nutriai dan pola olahraga mereka. Hampir tujuh dari 10 pekerja atau 67 persen menyatakan di satu sisi berjuang untuk mewujudkan hidup aktif yang sehat, akan tetapi disisi lain, sebagian besar dari mereka juga kesukitan untuk tetap atif selama hari-hari kerja mereka.

Lalu apa yang harus dilakukan? Luigi menyarankan, berjalanlah minimal 30 menit dalam sehari. "Dalam perusahaan di satu sisi ingin meningkatkan produktifitas tapi meningkatnya jumlah waktu bekerja karena target kerja yang tinggi, menjadikan karyawan kurang waktu makan siang," ujar dokter lulusan Mount Sinai Medical School of New York University ini.

Menurutnya makan di atas meja kerja bukan suatu masalah besar dan bisa membakar kalori, asalkan sekitar 10 menit sebelum dia menyantap makan siangnya melakukan aktifitas fisik seperti jalan cepat yang masih memungkinkan kita untuk mengobrol. "Indonesia memiliki potensi besar di ekomomi, sosial dan budaya. Sangat disayangkan potensi besar tersebut terhalang oleh tingginya prevalensi penyakit degeneratif yang sekaligus akan menghambat produktifitas masyarakatnya," katanya.

Di Indonesia saat ini mengalami beban ganda masalah nutrisi yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Mengutip data Riset Kesehatan Dasar 2013, Kementrian Kesehatan RI, prevelensi penduduk dewasa kurus mencapai 8,7 persen, berat badan berlebih 13,5 persen dan obesitas 15,4 persen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)