Wika Berharap Dana Right Issue Rp2,15 Triliun Segera Terealisasi

Pengembangan infrastruktur membutuhkan dana finansial yang tidak sedikit. Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk. (Wika), berharap bisa mendapatkan tambahan dana dari right issue. Dana ini diperoleh melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) I yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2016.

Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Wika) Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Wika)

Tambahan modal tersebut diyakini akan meningkatkan kemampuan finansial Wika untuk melaksanakan berbagai proyek pengembangan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, bisa meningkatkan daya saing Wika sebagai perusahaan konstruksi dan infrastruktur. “Dengan begitu Wika bisa memperkuat kinerja dan performa guna merealisasikan target yang telah direncanakan,” jelas Bintang.

Bagi Bintang, rights issue menjadi sangat penting untuk direalisasikan. Hal ini untuk menjaga saham pemerintah dan publik tidak terdilusi. Saat ini, kepemilikan saham pemerintah dan publik masing-masing 65,05% dan 34,95%.

“Kami berharap rights issue Wika dapat menyerap dana tambahan Rp2,149 triliun dari porsi publik sehingga total dana yang akan diperoleh nantinya menjadi Rp6,149 triliun,” ujarnya Bintang. Optimisme tersebut berangkat dari carry over 2015, sebesar Rp29,08 triliun, kontrak baru sebesar Rp13,79 triliun, dan konstruksi proyek investasi kereta cepat Jakarta-Bandung (High Speed Railway/HSR).

Ada juga jalan tol Balikpapan-Samarinda dan Manado-Bitung sebesar Rp22,7 triliun, termasuk progress penawaran terendah yang telah dicatatkan Wika pada beberapa proyek, antara lain: dermaga, rumah susun, dan pembangkit listrik yang nilai totalnya ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.

Perolehan kontrak Wika mencapai Rp67,1 triliun hingga akhir September 2016 atau meningkat lebih dari tiga kali lipat sebesar 345% dibandingkan dengan realisasi kontrak pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 11,472 triliun.

Wika juga telah memperoleh beberapa proyek sampai minggu kedua September 2016. Beberapa di antaranya adalah pembangunan hotel, perkantoran dan Convention Hall Grup Puncak Surabaya, jalan tol Balikpapan-Samarinda, Automatic People Mover System Bandara Soekarno Hatta, Renovasi Velodrome, Bendungan Kuwil Manado, Review Design Oecusse, Rusun Atlet Kemayoran, Flyover Semanggi, Flyover Kramasan.

Juga, jaringan gas Prabumulih, proyek Kementerian ESDM yang terdiri dari SPBG Bekasi, fasilitas penerangan jalan umum, tank bahan bakar nabati, pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua. Untuk swasta ada Transmart Mataram, Transmart Tegal, Sudirman Hill, produksi Box Girder jalan layang kereta api Medan-Kualanamu, Elevated Road Maros – Bone, dan tol Bawen-Solo Seksi 2.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)