Workshop Film Pendek Jadi Media Pemasaran DBS

Belakangan marak para pemasar menggunakan film pendek berdurasi 10-15 menit sebagai media baru memasarkan produk atau jasa. Film pendek dari sejumlah brand kini tumbuh subur di sosial media seperti Youtube dan Instagram. Langkah ini terbukti ampuh menjadi alat untuk membangun brand, mulai dari menarik awareness target pasar sampai menciptakan ikatan emosional antara brand dengan para konsumen loyalnya. Tak mau kalah langkah dari brand lainnya, DBS pun menggunakan film pendek sebagai media kampanye yang bertajuk ‘LiveMore’.

Jpeg

Dalam memperkenalkan arti ‘LiveMore’, DBS meluncurkan film pendek berseri yang berjudul ‘Sparks’ yang terinspirasi dari kisah nyata para bankir DBS yang memperjuangkan tujuan bisnis dan panggilan hidup salah satu nasabahnya. Mini seri tersebut telah ditonton lebih dari 1,6 juta orang di Indonesia dan lebih dari 8,6 juta orang di 4 negara.

Media ini ternyata bisa dipadukan dengan tujuan bank tersebut untuk menyasar segmen anak muda. Populasi anak muda usia 17 -25 tahun Indonesia sangat besar dan jika dilihat dari kacamata pemasaran tentu kelompok ini adalah segmen pasar yang prospektif.

Hal serupa juga yang melatarbelakangi Bank DBS menata strategi untuk merangkul pasar anak muda tadi kelak menjadi target pasarnya. Selama ini bank yang berkantor pusat di Singapura itu lebih banyak dikenal di kalangan wirausaha dan profesional.“Oleh karena itu sekarang kami ingin DBS juga dikenal oleh anak muda,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.

Lantas apa dan bagaimana DBS mulai merangkul para anak muda ini? Tentunya dengan menggunakan media yang dekat dengan keseharian anak muda yakni sosial media dan workshop film pendek yang bertajuk Live More Movie Workshop.

Menurut Mona, melalui workshop film pendek tersebut pihaknya ingin para anak muda bisa memahami arti kampanye ‘LiveMore dari sudut pandang anak muda sendiri. “Lewat film yang mereka buat maka mereka sendiri yang akan mendefenisikan arti live more itu,” ujarnya. Live More Mini Workshopp diisi dengan penayangan mini-series “Sparks; dan kontes video pendek bertajuk ’15 minutes for 15 seconds”. Materi dalam pelatihan singkat tersebut diberikan oleh dua orang pakar, yakni Roni Ernawan, film maker dan art director serta Chandra Liow, Initiator IndoVidGram. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)