Resep Niam Dzikri Dongkrak Bisnis Finnet

Niam Dzikri bergabung ke PT Finnet Indonesia sejak tahun 2012 sebagai Direktur Bisnis dan Pelayanan. Dia berhasil mendongkrak kinerja bisnis Finnet pada 2014-2015. Rerata pertumbuhunan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) Finnet melonjak sekitar 33% dan pertumbuhan pendapatan naik lebih dari dua kali lipat selama tahun tersebut. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) mampu ditekan hingga 1,9% dari sebelumnya 2%. DER yang rendah itu merupakan indikator terhadap peningkatan ekuitas dan meredam utang Finnet. Pencapaiannya diganjar setimpal lantaran dipercaya sebagai  Direktur Utama Finnet pada Maret 2015.

Niam disebut-sebut sebagai tokoh yang menyukseskan laju bisnis perusahaan sejak dia menjabat Direktur Bisnis Finnet di tahun 2012-2015. Sebelumnya dia berkarier sebagai Senior Manager of Planning & Performancy di Telkom. Niam lahir di Salatiga pada 8 Mei 1965 dan alumnus pasca sarjana Institut Teknologi Bandung.Finnet memiliki 3 portofolio bisnis, yaitu menyediakan agregrator pembayaran tagihan (bill payment aggregator), platform pembayaran elektronik (electronic payment platform), dan solusi pembayaran online (online payment solution). Skema kemitraan antara Finnet dengan klien terdiri dari bussines to bussines (B2B), bussines to bussines to consumer (B2B2C), dan bussines to consumer (B2C). Salah satu produk yang dikembangkan Finnet adalah e-kiosk hasil kerja sama Finnet Indonesia dengan PT KAI.

Niam Dzikri, Direktur Utama PT Finnet Indonesia Niam Dzikri, Direktur Utama PT Finnet Indonesia (Foto: Finnet).

Menurut Niam, strateginya untuk mendongkrak kinerja bisnis adalah mengubah saluran pemasaran tradisional ke channel modern. "Kami bekerja sama dengan toko-toko ritel modern untuk menjual produk kami," ucapnya. Finnet sejak tahun lalu melakukan diversifikasi bisnis dengan menggarap pasar UMKM.  Selain itu, Niam juga merekrut talenta muda agar SDM perusahaan semakin kompeten menghadapi tantangan bisnis pembayaran elektronik. Generasi milenial, tutur Niam, direkrut perusahaan untuk mengisis pos-pos tertentu. Sebelumnya, Niam berkarier di induk perusahaan Finnet yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. "Bisnis kami harus selaras dengan road map bisnis Telkom di sebagai market leader di industri digital," ucapnya.Finnet adalah perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki Telkom sebesar 60% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (40%).

Adapun, Finnet merupakan penyedia jasa pembayaran elektronik (electronic payment provider) yang berdiri pada 2005.  Kapabilitas Finnet di industri e-payment tak perlu diragukan lagi dalam menyediakan infrastruktur teknologi informasi, aplikasi dan konten sistem informasi serta transaksi keuangan bagi industri perbankan atau jasa keuangan lainnya. “Saat ini, Finnet telah terkoneksi ke 122 biller, 150 merchant, 84 channel bank dan ribuan channel non-bank,” ucap Niam. Klien Finnet diantaranya terdiri dari Grab, Pemerintah Kota Bekasi (smart city), MyTelkomsel, MyTelkom, blanja.com, Daarut Tauhid (Laznaz), ESQ 165 Ary Ginanjar, Bhinneka, Sriwijaya Air, atau Scoop.

Keunggulan Finnet di bill payment aggregator, misalnya, menyediakan solusi pembayaran yang menghubungkan biller/merchant dengan pelanggan melalui berbagai saluran pembayaran. “Keunggulan kami di segmen ini terbukti dari pangsa pasar Finnet yang mencapai 60% di segmen bill payment aggregator,” Niam menerangkan. Sedangkan pangsa pasar Finnet di solusi pembayaran online sebesar 20%. Di segmen ini, Finnet mengintegrasikan sistem pembayaran untuk e-commerce ke berbagai source of fund seperti kartu debit, tunai, credit, dan e-money melalui internet payment gateway dan solusi e-commerce yang aman dan handal untuk pengembangan pasar khususnya segmen UKM. Adapun, pangsa pasar Finnet di segmen platform pembayaran elektronik masih embrionik. Di tahun 2017, Finnet membidik pendapatan sebesar Rp 10 triliun.(*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)