Tiga Tindakan Bijak untuk menghadapi Disrupsi Digital

Saat ini, hampir semua perusahaan di Indonesia pasti akan menuju kepada industri 4.0. Revolusi industri ke 4 ini telah mengubah total tatanan industri yang ada sekarang. Sebagai buktinya, adalah pada industri ritel, di mana mal-mal yang sebelumnya selalu penuh dengan pengunjung sekarang mulai sepi, toko-toko di dalamnya juga sekarang banyak yang tutup. Hal ini terjadi karena konsumen sekarang beralih ke e-commerce, perubahan ini terjadi secara cepat dan masif. Sebuah hasil riset menunjukkan transaksi penjualan ritel online di Indonesia menyumbang 8% dari total penjualan pada tahun 2018 dan akan menembus 24% di tahun 2022 (sumber: detikcom: Hasil Survei: Orang Indonesia Belanja Online 5 Kali/Bulan)

Pelaku industri lainnya pun sekarang sedang bersiap-siap untuk berbenah diri. Pertanyaan yang sering dilontarkan seperti: “Apakah industri saya akan diserang oleh para startup baru yang belakangan bermunculan?“ Dan muncul lagi pertanyaan selanjutnya seperti: “Apakah yang saya harus lakukan untuk mengantisipasi disrupsi yang mungkin terjadi?”

Accenture melakukan riset yang melibatkan ribuan perusahaan mencakup perusahaan-perusahaan di berbagai industri dan di seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Riset ini menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan yang sukses mengarungi disrupsi mempunyai persamaan, yang kami sebut sebagai “Wise Pivot”.

Dalam Wise Pivot, perusahaan-perusahaan tersebut melakukan tiga tindakan bijak:

  1. Transformasi bisnis inti (Transform the Core)
  2. Mengembangkan bisnis inti (Grow the Core)
  3. Memperbesar bisnis baru (Scale the New)

Di tahap pertama, perusahaan harus jeli memanfaatkan teknologi digital untuk memperbaiki bisnis inti yang ada saat ini. Tetapi langkah ini bertentangan dengan conventional wisdom yang mengatakan bahwa bisnis yang sudah mature harus memperkecil investasinya.

Namun, pemanfaatan teknologi digital ternyata dapat menciptakan nilai tambah yang sebelumnya tidak dapat direalisasikan, contohnya pada penerapan analytics terhadap data konsumen dapat mengungkap beberapa wawasan yang dapat digunakan untuk mempertajam segmentasi produk, ataupun mengubah strategi pemasaran sehingga banyak tercipta kesempatan baru.

Pada tahap kedua, perusahaan-perusahaan yang sukses juga berhasil menciptakan pertumbuhan baru dalam bisnis inti yang ada. Kembali pada contoh sebelumnya, wawasan baru mengenai perilaku konsumen yang diperoleh melalui data analytics, digunakan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dengan cara memasarkan produk ke segmen konsumen baru, atau memperluas area penjualan ke pasar-pasar baru. Langkah ini sangat penting, karena posisi keuangan perusahaan dapat diperkuat dengan adanya penambahan pendapatan maupun keuntungan. Dengan adanya hal tersebut, perusahaan lebih dapat leluasa dalam berinvestasi pada bisnis-bisnis baru yang juga membutuhkan dana untuk pengembangannya

Pada tahap terakhir, perusahaan-perusahaan yang sukses dan mampu mengembangkan bisnis-bisnis maupun produk-produk yang mendisrupsi pasar. Kunci kesukesan dalam tahap ini adalah kemampuan untuk mengubah eksperimen-eksperimen dalam inovasi yang dimulai dengan skala kecil menjadi bisnis-bisnis dalam skala besar dalam waktu singkat.

Eksperimen-eksperimen kecil ini bisa diperbesar dengan cepat karena tingkat agility yang tinggi. Perusahaan yang punya agility tinggi mampu melakukan banyak eksperimen dengan cepat dan kemudian mengubah eksperimen-eksperimen yang berhasil tersebut menjadi bisnis-bisnis baru yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan di masa depan. APAKAH PERUSAHAAN ANDA SIAP UNTUK WISE PIVOT? l

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)