AstraPay,Technology Enabler Ekosistem Bisnis Grup Astra

Seiring dengan makin populernya transaksi digital, Grup Astra pun tak ingin ketinggalan. Lewat anak usahanya, PT Astra Digital Arta, kini telah hadir aplikasi e-wallet bernama AstraPay. AstraPay diluncurkan secara virtual pada 15 September 2021 yang dihadiri segenap direksi dan komisaris PT Astra Internasional Tbk. serta sejumlah direksi dari anak-anak perusahaan.

Sejauh ini, Sistem Pembayaran di Indonesia telah diisi oleh sejumlah platform e-wallet . AstraPay sendiri memang tidak berniat untuk bersaing secara langsung dengan para pemain itu. Karena lahir dari lingkungan Grup Astra, AstraPay mempunyai value proposition yang khas, yakni menghadirkan layanan Mobility Payment bagi para pemilik kendaraan dan pengguna jasa transportasi umum.

Meliza Musa Rusli - CEO AstraPay

Meliza Musa Rusli, CEO AstraPay, menegaskan bahwa pada dasarnya AstraPay didesain untuk melengkapi produk-produk Grup Astra yang telah lebih dulu diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. “AstraPay ingin berkontribusi sebagai technology enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan Grup Astra,” katanya.

Karena AstraPay lahir dari Grup Astra yang mempunyai core business di sektor otomotif, Meliza berharap kehadirannya dapat memberikan kemudahan dan benefit bagi penggunanya dalam customer journey yang berkaitan dengan mobilitas. Dengan AstraPay, konsumen dapat membayar cicilan layanan FIFGroup (pembiayaan sepeda motor Honda), Toyota Astra Finance (TAF, pembiayaan mobil Toyota dan Daihatsu), Astra Credit Companies (ACC, pembiayaan aneka kredit konsumer), hingga Maucash (pinjaman tunai secara online dan paylater).

Selain itu, layanan AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Tak kalah pentingnya, AstraPay pun dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, dan pajak, hingga untuk transaksi pembelian pulsa atau paket data.

AstraPay juga ikut mendukung inklusi keuangan digital dengan menghadirkan fitur pembayaran QRIS di aplikasi. Dengan fitur ini, pengguna dapat melakukan pembayaran servis kendaraan di Toyota Sales Operation, Shop & Drive, Isuzu Sales Operation, Daihatsu Sales Operation dan AHASS, cukup melalui fitur scan QRIS di aplikasi AstraPay.

Bahkan, di luar ekosistem Astra, pengguna dapat melakukan transaksi berbagai produk dan keperluan secara mobile. Saat ini ada sekitar 9 juta merchant di seluruh Indonesia yang telah menerima pembayaran melalui fitur QRIS.

Hingga peluncuran resminya pada pertengahan September 2021, AstraPay yang baru diperkenalkan pada Juli 2020 sudah memiliki 2,3 juta pengguna, dan ditargetkan mencapai 3 juta pengguna terdaftar pada akhir 2021. Sementara dalam tiga tahun ke depan ditargetkan memiliki 15 juta pengguna.

Dilihat dari transaksinya sejauh ini, 60% pengguna AstraPay memanfaatkannya untuk pembayaran angsuran pembiayaan dari Grup Astra. Lalu, 20% untuk membayar tagihan listrik, BPJS Kesehatan, pulsa, dll. Adapun 20% sisanya menggunakan aplikasi ini untuk pembayaran melalui fitur QRIS dan paylater.

Meliza menambahkan, untuk mendukung proposisi nilai pelanggan AstraPay, pihaknya terus berkolaborasi dengan mitra strategis, seperti pelaku e-commerce, penyedia jasa transportasi dan bank. “Dalam jangka panjang, AstraPay tidak hanya fokus memaksimalkan use cases, tetapi kami juga mengedepankan program loyalitas agar dapat menarik pengguna baru sekaligus mendekatkan pengguna lama,” katanya. Saat ini AstraPay telah mempunyai fitur AstraPoints yang menjadi benefit khusus bagi penggunanya.

Suparno Djasmin, Director-in-Charge Astra Financial and Logistic, menjelaskan bahwa strategi untuk memperkenalkan AstraPay di luar ekosistem Astra dilakukan tanpa perlu “membakar uang” secara berlebihan, melainkan memanfaatkan ekosistem yang sudah ada. Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya sebatas promosi dan cashback, melainkan kemudahan dalam penggunaan dan keamanan data.

Suparno Djasmin - Director-in-Charge Astra Financial & Logistic

Untuk memastikan standar keamanan data pengguna sesuai dengan regulasi yang berlaku, AstraPay telah mendapatkan lisensi sebagai penyelenggara Uang Elektronik dari Bank Indonesia (BI).

Dari sisi keamanan akses akun, AstraPay telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication. Maksudnya, sistem ini hanya memungkinkan pengguna untuk login akun di satu device, sehingga pengguna tetap aman bertransaksi di AstraPay.

Lebih lanjut, Suparno menyebutkan, AstraPay akan berkontribusi positif terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai yang dicanangkan BI. ”AstraPay berkomitmen mendukung transaksi pembayaran digital baik di dalam ekosistem Astra maupun luar ekosistem agar dapat berjalan secara seamless, aman dan terintegrasi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Margono Tanuwijaya, Presiden Komisaris AstraPay, menyampaikan bahwa kehadiran AstraPay diharapkan menambah opsi pembayaran digital bagi konsumen Indonesia. “Kami yakin konsumen Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi akan merasakan banyak kemudahan saat melakukan pembayaran secara digital dengan AstraPay,” kata Margono

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)