Banyak Kyai Meninggal Dunia di Masa Pandemi, BAZNAS Luncurkan 'Kita Jaga Kyai'

Banyaknya kyai dan ulama yang meninggal dunia di masa pandemi Covid-19 menjadi keprihatinan bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pasalnya, kyai turut memegang banyak peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan umat. Kehilangan sosok kyai atau ulama tentu menjadi kerugian bagi negeri ini.

Maka, guna mendukung kesehatan kyai, BAZNAS meluncurkan program Kita Jaga Kyai sebagai upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren, pada Senin (2/8). Program Kita Jaga Kyai meliputi dukungan vaksinasi, paket imunitas, paket higienitas, medical check-up, dan dukungan isoman. Berbagai dukungan ini diberikan kepada seluruh elemen di pondok pesantren, seperti santri/santriwati dan pengurus ponpes guna mendukung kesehatan para kyai di tengah pandemi.

Program Kita Jaga Kyai diluncurkan di lima pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Al Islah Semarang, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Program ini juga dihadirkan di beberapa pondok pesantren yang ada di Indonesia guna menjaga kesehatan lingkungan ponpes.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan program Kita Jaga Kyai merupakan bentuk keprihatinan BAZNAS melihat banyaknya ulama dan tokoh agama yang wafat akibat pandemi. Menurut Noor, Kyai merupakan salah satu garda terdepan dalam mensyiarkan agama yang sudah sepatutnya dijaga bersama agar senantiasa memberi dampak positif bagi bangsa.

“Program ini sejalan dengan program pemerintah, pencapaian herd immunity dapat disegerakan melalui program vaksinasi Covid-19. Lalu untuk mencapai tingkat herd Immunity minimum 70% diperlukan kerja keras, di antaranya dengan jemput bola ke komunitas dalam hal ini adalah komunitas pesantren,” kata Prof Noor saat acara peluncuran di Pondok Pesantren Al Islah Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Prof Noor, peran BAZNAS sebagai entitas lembaga negara yang diberi mandat menyalurkan ZIS dan DSKL sangat diperlukan dalam menjaga eksistensi para kyai untuk terus menjalankan perannya di tengah-tengah masyarakat melalui program Kita Jaga Kiai dengan tiga tujuan utama, yakni menjaga kesehatan dan kebugaran para kyai, memberi dukungan paket kesehatan untuk para kyai, dan memberikan layanan kesehatan bagi para kyai.

Program ini turut didukung pula oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, PUI, serta berbagai ormas Islam lain.

Dalam sambutannya Wapres Ma'ruf menyambut baik dan mendukung penuh program Kita Jaga Kyai yang diinisiasi BAZNAS bersama pihak-pihak terkait. Wapres menyebut, aksi nyata ini sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kyai.

Pasalnya, menurut Wapres per tanggal 7 Juli 2021, berdasarkan data Kemenag sudah ada 605 orang kyai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena Covid-19. Tak hanya itu, para santri juga banyak yang terpapar virus covid-19 di lingkungan pesantren selama pandemi menerpa Indonesia.  

“Saya mengapresiasi inisiatif BAZNAS dan Kemenag yang mendesain program Kita Jaga Kyai ini, salah satu bentuk negara atau pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kyai serta pengasuh pondok pesantren yang telah berjasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Wapres dalam acara Peluncuran Program Kita Jaga Kiai melalui konferensi video dari Istana Wapres, Jakarta.

Wapres juga mengapresiasi BAZNAS yang telah mengoptimalkan dana zakat, infak dan sadaqah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk kemaslahatan umat terutama dalam penanganan pandemi covid-19.

Selain program Kita Jaga Kyai, selama ini BAZNAS juga telah berperan dan berkontribusi aktif dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia melalui berbagai program darurat dan program recovery dalam membantu sisi perekonomian masyarakat yang terdampak.  

Program darurat tersebut di antaranya, Bantuan Paket Penggali Kubur; Bantuan Paket Pemulasaraan Jenazah untuk penyintas Covid-19; Dukungan Paket Ruang Isolasi di Rusunawa Nagrak Cilincing; Oksigen Bagi Faskes di Jabodetabek; Bantuan APD Penggali Kubur untuk pemakaman pasien Covid-19; Bantuan Pemulasaraan Jenazah Isolasi Mandiri; Bantuan Paket Imun untuk nakes, mustahik penyintas Covid-19, sopir ambulans; dan Bantuan Tenda Darurat untuk faskes se-Jabodetabek dalam upayanya membantu pasien.  

Sementara dalam program recovery, BAZNAS menjalankan program-program ekonomi, di antaranya Cash for Work, Paket Logistik Keluarga, Dukungan UMKM, Pemberdayaan Warteg, Zmart, ZChicken, ZCD, Paket Ramadhan Bahagia dan Family Healing Kit untuk membantu masyarakat yang tengah dalam isolasi mandiri di rumah.

Mari turut mendukung perjuangan BAZNAS dalam membantu kesehatan para kyai, ulama, dan santri di pondok pesantren dengan klik Kita Jaga Kyai atau menyalurkan donasi terbaik Anda ke:

BSI: 928.407.7730
BCA: 686. 073.7777
Mandiri: 122.0000.881.881
BNI: 777.404.0408

an Badan Amil Zakat Nasional

Konfirmasi melalui WhatsApp: 087877373555
Info lebih lanjut bisa diakses di baznas.go.id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)