Kisah Kolektor Mobil Mainan yang Mengubah Hobi Jadi Investasi

Foto : beyond-banking.co

Memiliki profesi yang sesuai dengan hobi merupakan impian setiap orang. Ada suatu kepuasan tersendiri ketika hal yang kita sukai tidak hanya mendapatkan apresiasi berupa pengakuan, tetapi juga materi. Hal itulah yang dirasakan Kemas Julius Michwan selaku Ketua Komunitas Tomoci.

Komunitas Tomoci terbentuk atas dasar kesamaan hobi dan minat terhadap replika kendaraan (diecast), khususnya roda empat. Selama 16 tahun berdiri, Tomoci rutin mengadakan acara swap and meet, yaitu sebuah kegiatan jual beli atau barter diecast yang diperuntukkan bagi para anggota.

“Diecast itu lebih dari sekadar hobi, tetapi sebuah investasi. Seperti umumnya investasi, kita harus memerhatikan efek jangka panjangnya. Apakah 10 sampai 20 tahun ke depan apa yang kita sukai ini masih memiliki value? Kalau iya, kita tak perlu ragu untuk berkiprah di dalamnya,” kata Kemas ketika mengisi sesi tanya jawab dalam konferensi pers Indonesia Diescast Expo (IDE) 2017 di D’Cost VIP, Jakarta, Rabu (11/10/17) lalu.

Hanya dalam kurun waktu tiga tahun, lanjut Kemas, diecast telah mengalami perkembangan yang sangat pesat di Indonesia. Jumlah peminat diecast telah melampaui sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Itulah kenapa salah satu produsen diecast ternama, Hot Wheels, membangun pabriknya di Cikarang.

Mengenai harga, Kemas pun mengatakan bahwa semakin langka diecast yang dimiliki, maka harganya pun semakin mahal. Tidak tanggung-tanggung, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, para penggemar diecast, yang biasa disebut diecaster, juga bisa mendapatkan keuntungan dengan mengikuti berbagai lomba yang diadakan oleh komunitas di berbagai daerah.

“Kita sering mengadakan lomba diecast race. Dalam lomba itu, peserta tidak sekadar mendorong mobilnya saja. Akan tetapi, ada persiapan panjang yang perlu dilakukan seperti tune-up mobil agar dapat melaju dengan cepat. Jadi, bukan asal dorong lalu menang. Tidak sesederhana itu,” ujar Kemas.

Kisah lain datang dari Ari Aswin yang telah bekecimpung sebagai penjual diecast selama lima tahun. Pada tahun pertama, ia membuka toko diecast secara online. Namun, dikarenakan ada banyak permintaan dari pelanggan agar membuat toko fisik, Ari memutuskan untuk membangun toko tersebut.

“Toko saya berkonsep complete store. Jadi diecast yang ditawarkan beragam, mulai dari yang harga Rp 20.000 hingga Rp 6.000.000 ke atas. Pelanggan pun bukan hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara seperti Jerman dan Amerika. Ini adalah bisnis masa depan,” kata Ari.

Halaman Selanjutnya
Dalam kurun waktu lima tahun,...
Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)