Memetik Pelajaran dari Presiden Termuda Prancis Emmanuel Macron

(Foto : www.beyond-banking.co )

Pernah mendengar istilah life begins at 40? Menikmati kehidupan yang sebenar-benarnya di usia 40 tahun memang menjadi mimpi banyak orang. Oleh karena itu usia ke-40 seringkali menjadi ajang pembuktian kemampuan untuk mencapai kesuksesan dan menghitung pencapaian-pencapaian hidup.Jika Anda juga memiliki impian menikmati kesuksesan di usia 40, coba petik pelajaran dari presiden termuda Perancis, Emmanuel Macron. Ia terpilih memimpin negara tersebut di usia yang bahkan lebih muda, yaitu 39 tahun.

Pria kelahiran 21 Desember 1977 tersebut memang dikenal cerdas sejak kecil dan memiliki perjalanan karier gemilang. Setelah lulus dari Sekolah Nasional Administrasi pada 2004, ia memulai kariernya sebagai pemeriksa keuangan di Kementerian Ekonomi Perancis. Empat tahun kemudian ia menjadi bankir di Rothschild & Cie dan mencapai posisi managing director.

Karier politiknya dimulai pada 2012 ketika ia menjadi Sekretaris Jenderal di Partai Sosialis. Ketua umum partai tersebut adalah presiden Perancis sebelumnya yaitu, Francois Hollande. Dua tahun terjun ke ranah politik, Macron kemudian terpilih menjadi menteri ekonomi dan namanya menjadi terkenal setelah membuat Macron’s Law. Ia memangkas 200 aturan yang menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi Perancis.

Ternyata, posisi dan prestasi sebagai menteri tidak memuaskannya. Ia pun maju sebagai kandidat presiden pada November 2016 tanpa dukungan partai politik. Kandidat lawannya adalah Marine Le Pen, putri dari founding father partai nasionalis kanan.

Macron harus menjalani dua kali putaran sebelum akhirnya diumumkan sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilu. Pria yang punya visi memperbaiki ekonomi, mengintensifkan hubungan dagang Perancis – Uni Eropa, dan membuat lingkungan hidup lebih nyaman bagi warga Perancis ini resmi dilantik pada 5 Mei 2017 lalu.

Selain mengandalkan kecerdasannya, Macron mencapai kesuksesan berkat keyakinannya yang kuat. Termasuk pada saat memilih pasangan hidup yang menurutnya menjadi dukungan terbesarnya selama ini.

Macron menikahi guru dramanya Brigitte Trogneux yang usianya lebih tua 24 tahun. Ia sudah memiliki keyakinan untuk menikahi Trogneux sejak usia 15 tahun meski saat itu Trogneux masih berstatus menikah dan punya tiga anak.

Namun pendirian Macron tidak berubah. Meski orang tua dan orang-orang di sekitarnya menentang. Ia menikahi Trogneux di tahun 2007 dan hingga kini Macron menyebut bahwa sang istri adalah tokoh terpenting di balik kesuksesannya.

Sumber : www.beyond-banking.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)