Besarkan Pasar dan Kuatkan Brand

Buat yang biasa jadi luar biasa’, itulah tagline kampanye Kratingdaeng dalam beberapa waktu terakhir ini. Kini, Kratingdaeng tak lagi hanya untuk orang yang butuh tenaga ekstra dalam bekerja, tapi juga untuk yang butuh konsentrasi ekstra. Kratingdaeng ingin dipersepsikan sebagai minuman yang menunjang gaya hidup konsumennya.

Davin Thomas Lai, Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical (tengah) Davin Thomas Lai, Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical (tengah)

22 tahun sudah sejak Kratingdaeng menapakkan kakinya pertama kali di pasar minuman berenergi di Indonesia. Hingga kini, merek minuman berenergi asal Thailand yang berada di bawah bendera PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical ini masih perkasa dengan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar minuman berenergi kemasan botol di Indonesia. Angka ini telah mengalami peningkatan, di mana berdasarkan data Nielsen, pangsa pasar Kratingdaeng di pasar minuman berenergi kemasan botol di Indonesia tercatat 62 persen pada 3 tahun lalu, dan 68 persen pada tahun lalu. Selain itu, berbagai penghargaan terkait brand seperti Indonesia Best Brand Award (IBBA), Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA), Word Of Mouth Marketing (WOMM), dan juga Super Brand Award, TOP Brand Award, dan yang paling baru Otomotif Choice Award.

Davin Thomas Lai-Marketing Manager (duduk), AP. Sigid HS- Event Manager (kanan belakang) dan Devie Diana-Marketing Executive (kiri belakang) Davin Thomas Lai-Marketing Manager (duduk),
AP. Sigid HS- Event Manager (kanan belakang)
dan Devie Diana-Marketing Executive (kiri belakang)

Tak heran prestasi tersebut dapat diraih oleh Kratingdaeng mengingat konsistensinya memposisikan diri di pasar dan juga inovasinya untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas. Davin Thomas Lai, Marketing Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical menjelaskan, sebagai salah satu pionir minuman berenergi di Indonesia, Kratingdaeng awalnya memang lebih menyasar kelas B dan C1 dengan usia 20 tahun ke atas.

Namun kini Kratingdaeng telah memperluas segmen pasarnya dengan menyasar rentang usia yang lebih muda yaitu 15 tahun ke atas dan juga kelas menengah dengan rentang penghasilan yang lebih tinggi dari kelas B melalui produk Kratingdaeng Super. Memang, Kratingdaeng Super yang telah diluncurkan sejak tahun 2000-an lalu dimaksudkan untuk pasar kelas menengah dengan rentang penghasilan di atas kelas B, dan harganya pun memang lebih tinggi dibanding yang regular. “Jika dulu target kami hanya untuk orang yang ingin bekerja ekstra dengan tenaga, maka kini selain tetap konsisten di pasar yang sama, kami juga menyasar para pekerja white collar yang tidak jarang dituntut untuk bekerja ekstra tidak hanya dengan tenaga namun juga pikiran, misalnya mereka harus berkonsentrasi lebih,” jelasnya.

Diakui Davin, umumnya orang khawatir meminum minuman berenergi karena mereka mengira kandungan kafeinnya tinggi. “Padahal kandungan kafein dalam Kratingdaeng hanya setengah dari kandungan kafein secangkir kopi yang mencapai 100 mg,” jelasnya.

Kratingdaeng Kratingdaeng

Untuk mengedukasi konsumen tentang hal ini, Kratingdaeng pun kerap mengajak para konsumen atau calon konsumennya untuk ikut wisata industri dengan mengunjungi pabrik Kratingdaeng dan melihat proses produksi sebagai salah satu aktivitas below the line (BTL). Aktivitas BTL lainnya adalah Kratingdaeng juga melakukan endorsement di event-event otomotif misalnya di bidang Karting dan Motocross.

Strategi pemasaran Kratingdaeng memang semakin berkembang seiring dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan digital. Selain menggunakan media massa dan media sosial serta melakukan aktivitas BTL, Kratingdaeng pun membuat aktivasi pemasaran digital melalui game online bernama Kratingdaeng Warrior untuk mengedukasi para konsumen maupun calon konsumennya. Selama aktivasi, setidaknya sekitar 100 ribuan gamer yang memainkan Kratingdaeng Warrior. Di media sosial, akun Facebook Kratingdaeng pun telah memiliki sekitar 1,6 juta fans dan akun Twitter-nya telah memiliki sekitar 40 ribu follower.

Davin mengungkapkan, pihaknya menargetkan agar ke depannya Kratingdaeng dapat tumbuh di atas rata-rata industri. Volume penjualan minuman berenergi sendiri, berdasarkan data Nielsen, tercatat mengalami kenaikan 1,5 persen per Agustus 2013 lalu.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)